OKI Jadi Jembatan Perekonomian-Baru di Sumsel dan Babel

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS -Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Pemda Bangka Selatan, jajaki kerja sama pembangunan antar daerah di berbagai bidang.  Salah satu poin kerjasama antar dua daerah tersebut, yaitu rencana untuk membuka rute baru penyebarangan Bangka Selatan ke Tulung Selapan Ogan Komering Ilir, Sumsel.

“Karena ini lintas provinsi maka kewenangan di pemerintah pusat maka dengan adanya kesepakatan antara dua daerah (OKI-Bangka Selatan) bisa jadi dasar pengusulan pembangunan Jembatan Penghubung Bangka-Sumsel ke  Antonius.

Ditambahkannya, kerjasama antar daerah ini penting untuk meningkatkan tarap perekonomian dan kerjasama antar dua daerah yang berbatasan. “Sebuah niat baik bersama-sama untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan semangat saling menguntungkan, Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa tanda tangani memorandum of understanding (MoU)-nya,” ujarnya.

Antonius menjelaskan, fokus kerja sama antara dua daerah ini di fokuskan pada beberapa bidang seperti bidang pangan, perhubungan laut, pariwisata, Kependudukan dan Tenaga Kerja.
“Mudah-mudahan kerja sama ini memberi manfaat bagi masyarakat luas kedua daerah,” kata Anton.

Sementara, Asisten I Setda Bangka Selatan, Asri Husman mengatakan, wacana pembangunan Jembatan sepanjang 13 kilometer yang akan menghubungkan Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera, tepatnya Desa Permis, Kabupaten Bangka Selatan, dengan Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel sudah santer sejak dua tahun lalu.
Di lansir dari Bangka Pos Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Provinsi Sumsel telah melakukan penandatanganan MOU pembangunan infrastruktur antar dua wilayah. “Antara Gubernur kami (Provinsi Bangka-Sumsel) sudah sama-sama sepakat, sekarang tinggal diperkuat kerja sama antar Kabupaten,” ungkap Asri.

Ditambahkan Asri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga telah melaksanakan kegiatan pre-feasibility serta penyusunan DED. Dari hasil Feasibility menurut dia jarak tempuh OKI – Basel diperkirakan hanya berkisar 30 menit saja. Ikhwal pembiayaan pembangunan jembatan, menurutnya diusulkan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dikatakannya, banyak keuntungan yang dirasakan dua daerah secara langsung jika jembatan tersebut terealisasi. Salah satunya meningkatkan sektor perekonomian dan pariwisata. Selain itu, akses masuknya sembako dari Pulau Sumatera menjadi lebih mudah.
Selama ini, kata Asri, sembako dan kebutuhan ekonomi lain sering terkendala gelombang tinggi. Akibatnya, harga sembako di Bangka tinggi.(yrl/rel)