- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ciptakan UKM Lokal Berdaya Saing Global
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Hj Mufidah Jusuf Kalla resmi membuka kegiatan sinergi program kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel di Hotel Wyndham OPI, Komplek OPI Mall Palembang, Jumat (11/5).
Pembukaan ditandai pemukulang gong oleh Ketua Umum Dekranas Hj Mufidah Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga dan Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel, Hj. Eliza Alex Noerdin.
Sinergi program tersebut meliputi beberapa hal. Masing-masing yakni sosialisasi program/kegiatan LPDB-KUMKM dalam rangka penyaluran dana bergulir bagi Koperasi dan UKM, temu konsultasi penguatan kemitraan KUMKM berbasis nilai rantai/pasok,(3) pelatihan kewirausahaan bagi GKN, konsultasi dan pemberkasan standarisasi mutu dan sistem mutu produk KUMKM yang potensial ekspor, pelatihan vocational keterampilan teknis bagi SDM KUKM, dan serta pelatihan perkoperasian.
Dalam sambutannya Hj Mufidah Jusuf Kalla menyambut baik dilaksanakannya sinergi program berupa pelatihan dan bimbingan bagi UKM di Sumsel. Menurutnya, penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan ditujukan agar UKM di Sumsel dapat semakin berdaya saing
Mufidah Jusuf Kalla memandang penting pengembangan UKM yang ada di Sumsel mengingat potensi produk kerajinan yang ada di Sumsel cukup banyak seperti kerajinan songket yang kedepan harus semakin berkualitas dan berdaya saing.
“Kami sangat menyambut baik sinergi program yang dilakukan, pembinaan dan pelatihan UKM Sumatera Selatan sangat penting, apa lagi sebentar lagi akan ada Asian Games,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, Mufidah banyak ditanyai soal pengembangan kain tradisional songket Palembang ke depan. Selain masalah pengembangan motif, corak dan warna songket, beberapa pengurus dekranas kabupaten dan kota ini juga ada yang meminta solusi terkait makin sulitnya para UKM mendapatkan benang emas dan sutera untuk membuat songket.
Tak hanya itu, para perajin songket juga meminta agar Ketum Dekranas memberikan lebih banyak peluang ke mereka agar diajak untuk mengikuti pameran di luar negeri. Termasuk meminta Ketum untuk memfasilitasi agar perusahaan swasta mau mengucurkan alokasi CSR lebih banyak guna meningkatkan daya saing mereka.
“Kami sangat mengharapkan agar Dekranas mengimbau perusahaan utk mengalokasikan lebih banyak bantuan melalui CSR. Supaya kami para UKam dapat bersaing di kemudian hari dan kami juga berharao diberi tempat untu menyambut Asian Games,” ujar Leli perwakilan Dekranasda Lubuklinggau.
Menanggapi sejumlah unek-unek dan masukan tersebut, Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengatakan bahwa untuk pewarnaan songket Dekranas memang telah mengadakan pelatihan khusus. “Mengenai pengembangan motif dan pewarnaan itu memang mesti ada pelatihannya. Kita (pusat) akan bantu. Kebetulan orang yang ahli pewarnaan ini lagi di Amerika. Dia ahli betul mewarnai,” ujar Mufidah.
Demikian halnya mengenai kebutuhan benang emas yang sulit didapat, dan alokasi CSR dari perusahaan Mufidah mengatakan akan segera mengkonsultasikan dengan ahlinya. “Untuk benang emas itu akan dkkonsultasikan dengan ahlinya. Kita akan koordinasikan ke Menteri BUMN. Sebelum Asian Games akan diusahakan ke kementerian nanti akan saya langsung beri tahu,” ujarnya.
Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga yang juga ketua pelaksana kegiatan mengatakan, Sinergi program yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari Munas Dekranas tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan UKM dalam bidang manajemen usaha.
Kegiatan pembinaan dan pelatihan dilaksanakan 3 hari dengan harapan dapat menciptakan UKM yang berdaya saing di Sumsel. Seluruh peserta berjumlah 380 orang meliputi para praktisi dan pelaku usaha UKM yang ada di Sumsel,” ungkapnya.
Dia menambahkan menurutnya
Dekranas telah mengupayakan memenuhi keinginan daerah mengenai pengembangan kerjajinan. Diakuinya pula saat ini Dekranas memang fokus orientasi ke depan soal pewarnaan alam seperti dilakukan di Tuban.
“Kalau soal motif setiap daerah ada pakem dan itu harus dilestarikan. Tapi itu tidak menutup kemungkinan menuruti selera pasar tapi tidak boleh keluar pakem yang merupakan warisan daerah yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Diaog interaktif itu sendiri berlangsung sekitar 1 jam lamanya dan dilanjutkan dengan kunjungan rombongan ke pameran kerajinan di ruang bagian tengah Griya Agung. Selain songket, jumputan dan blongsong yang merupakan kain khas tradisional Sumsel juga turut dipamerkan sejumlah aksesories bebatuan yang cantik
Saat berkunjung ke stan yang ada, istri Wapres Jusuf Kalla itu singgah ke tiap-tiap tenan dan tampak serius mengamati beragam jenis kain yang sudah dimodifikasi menjadi aneka blouse, gamis dan gaun yang cantik.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, ada sekitar 30 ribu lebih UKM di wilayah Sumsel yang akan dimanfaatkan untuk moment Asian Games Agustus mendatang. “Produk lokal dari 17 Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan yang layak akan menjadi souvenir Asian Games,” terangnya. (red/rel)



