- Luas Lahan Terbakar di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
- Veteran Harus Dapat Tempat Kehormatan Terdepan pada Setiap Kegiatan Resmi
- Penanganan Karhutla Sejumlah Gunung Jawa Timur Berlanjut
- Meriahkan HUT Ke-81 TNI, Gelar Lomba Kicau Mania Piala Pangdam II/Sriwijaya Cup III
Polisi Buru “si Kumis” Hidup atau Mati
# Diduga Bandar Narkoba Jaringan Bandara
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Banyaknya kasus penemuan barang terlarang yang sama berupa sabu membuat jajaran polisi geram. Untuk itu, Kapolda Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyatakan dengan tegas akan siap memburu “Si Kumis” dan bandar narkoba di Kota Palembang lainnya.
Nama si Kumis terlacak dari pengakuan Nurdiansyah, satu kurir narkoba yang masih hidup di antara tiga temannya yang tewas ditembak polisi. Ketika ditanya Kapolda mengenai siapa bandar dari narkoba mereka, pelaku yang masih hidup ini pun mengakui, narkoba ini masih satu bandar dengan pelaku yang membawa sabu dari Palembang ke Surabaya beberapa minggu lalu. “Bandar kamu si Kumis itu bukan? Nurdiansyah pun mengangguk.”
Menurut Kapolda, ini kesekian kali pihaknya menemukan narkoba di tempat yang sama, yakni bandara dengan modus yang sama. Namun yang baru tertangkap ini, anak buahnya saja. Tinggal tunggu kabar, kami akan segera menangkap (si Kumis) bandarnya,” ungkap Kapolda.
Bukan hanya itu, tambah jenderal bintang dua ini, ia pun menyatakan akan menangkap bandar narkoba tersebut, hidup atau mati seperti para tiga pelaku. “Kami sengaja mengadakan konferensi pers di ruang autopsi RS Bhayangkara. Tujuannya kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa kami serius dalam menanggapi hal ini bukan hanya sekadar omongan belaka,” tegasnya.
Dengan tertembak matinya tiga pelaku tersebut, menurutnya membuat pencarian bandar narkoba sedikit terputus dan menghambat jajaran polisi.
“Sayangnya, tiga pelaku tertembak mati. Penyelidikannya sedikit terhambat karena kami cuma punya satu pelaku. Itu tidak menjadi masalah besar, karena tindak kejahatan harus dituntaskan,” paparnya.(sri)



