- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Hapus Predikat Daerah Tertinggal
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Belasan peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepemimpinan tingkat II Angkatan X Provinsi Jawa Tengah akan melakukan penelitian di dua desa tertinggal di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dari kegiatan ini, diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi terhadap pengentasan permasalahan yang ada di desa tersebut.
Dua desa ini adalah Desa Kemang Baru dan Ulak Kemang Baru Kecamatan Pampangan (OKI). Ketua rombongan Diklat, Chusaini Mustaz MPd menjelaskan, tujuan dari kegiatan Diklat dan visitasi tersebut adalah untuk melihat, mendalami dan menganalisis masalah yang ada di desa tertinggal dan mencari solusi dari masalah itu.
“Nanti akan ada dialog dengan para warga sehingga akan tau bagaimana desa tersebut. Hasilnya, nanti akan kita serahkan juga ke pihak Pemda sebagai sharing,” jelasnya saat ditemui di Sekretariat Daerah (Setda) OKI, Senin (30/4).
Dari apa yang dianalisa dan ditemukan, lanjut Chusaini, diharapkan dapat memberikan keahlian dan keterampilan untuk memperkaya wawasan dan pemikiran masyarakat desa. “Oleh karena itu, para peserta dituntut untuk berinovasi,” ujarnya.
Desa Keman Baru dan Ulak Keman Baru ini sendiri merupakan dua desa diantara ratusan desa yang dulunya berstatus sebagai desa sangat tertinggal menjadi desa tertinggal. Salah satu aspek yang cukup terlihat dari peningkatan desa ini adalah dari segi infrastruktur berupa jalan.
Sebagaimana diungkapkan Kades Keman Baru, Waherdi. Menurutnya, sejak menjadi desa pemekaran 2008 lalu, desa ini semakin berkembang. “Kalau dulu itu, sangat sulit, khususnya pada sektor infrastruktur. Tapi sekarang alhamdulillah sudah banyak perkembangan, walaupun banjir masih bisa dilewati, beda dengan dulu,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kades Ulak Keman Baru, Debi Sirli. Bahkan menurutnya, program membangun desa Pemerintah Kabupaten OKI sangat membantu perkembangan di desa tersebut.
“Sesuai dengan visi dan misi pemkab membangun dari desa, saat ini sudah cukup banyak kemajuan khususnya di bidang infrastruktur. Dan ke depan rencana akan segera di bangun sekolah, kalau sekarang baru ada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” terangnya.
Sementara itu, Plt Bupati OKI, H M Rifa’i SE menjelaskan, OKI Mandira yang selalu digaungkan merupakan instrumen bagi setiap komponen pembangunan “Visi dan misi ini berjalan secara bertahap untuk menuju sejahtera melalui membangun dari desa. Kalau desa suda tercukupi mereka akan lebih mantap melangkah maju,” terangnya.
Menurutnya, berdasarkan data dari kementerian yang diterima pada 2011, di Kabupaten OKI ditetapkan sebanyak 145 desa tertinggal. Di mana, 123 diantaranya ditetapkan sebagai desa tertinggal dan 22 desa yang berstatus sangat tertinggal.
“Namun pada 2014, OKI ditetapkan sebagai daerah tertinggal yang terentaskan dengan kriteria desanya terdiri dari desa sangat maju sebanyak 83 desa, desa maju 19 desa, desa sangat tertinggal enam desa, dan desa tertinggal sebanyak 69 desa,” ungkapnya.
Dirinya mengharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dan menghasilkan saran untuk pembangunan di Kabupaten OKI yang lebih baik. (yrl)



