- Luas Lahan Terbakar di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
- Veteran Harus Dapat Tempat Kehormatan Terdepan pada Setiap Kegiatan Resmi
- Penanganan Karhutla Sejumlah Gunung Jawa Timur Berlanjut
- Meriahkan HUT Ke-81 TNI, Gelar Lomba Kicau Mania Piala Pangdam II/Sriwijaya Cup III
Masih Selidiki Para Saksi Pembacok Polisi
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembacokan anggota polisi Bripka Dede Maulana. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo. “Iya, masih diselidiki para saksinya dulu oleh pihak polisi cuma belum ada laporan lagi,” ungkapnya, dikonfirmasi, Simbur, Sabtu (28/4).
Widodo juga menambahkan, jika ada laporan lagi pihaknya akan mengabari wartawan. “Untuk sementara mohon bersabar karena masih tahap penyelidikan,” terangnya namun belum bersedia menyebutkan nama saksi.
Sebelumnya, Widodo mengatakan, korban masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumel. “Sementara, pelaku (Rama dan Joni) datang sendiri ke kantor polisi,” ungkapnya.
Diwartakan, ayah dan anak Rama dan Joni nekat membacok polisi Bripka Dede di Jalan Kesuma Bangsa RT36/42 RW 13 Plaju Ilir Kecamatan Plaju Palembang, Jumat (27/8) sekitar pukul 07.00 pagi. Akibatnya, tangan Bripka Dede Maulana nyaris putus setelah menangkis golok yang berkali-kali diayunkan pelaku.
Dua beranak yang bekerja sebagai penjaga malam di kawasan tersebut mendatangi rumah keluarga Bripka Dede. Awalnya pelaku terlibat ribut mulut dengan kakak perempuannya Sriwati (55). Melihat kakak perempuannya terancam, Bripka Dede keluar rumah dengan tangan kosong dan menghalangi pelaku.
Rama langsung mengeluarkan golok, diikuti anaknya Joni lalu menyerang Bripka Dede secara membabi buta di lorong sempit depan rumahnya. Korban berusaha menangkis sabetan golok dengan tangan kirinya. (cjs01)



