Menafsir Mimpi Anak Negeri

# Melihat dari Dekat Kehidupan Masyarakat di Kawasan Terisolir

Kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Komando Distrik Militer (Kodim) 0402-OKI/OI di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat setempat. Tak terkecuali anak-anak yang tampak riang melihat aktivitas dari para TNI ini.

RIYAN FAHRIZAL – SUNGAI MENANG

PEMANDANGAN seperti ini memang merupakan suatu pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasanya, sehingga menjadi perhatian warga. Ditemui di sekolahnya, Lundu dan teman-temannya sedang asyik melihat aktivitas para anggota TNI yang menjalankan berbagai kegiatan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di desanya.

“Iya, pengen (jadi tentara),” kata Lundu sambil tetap memperhatikan aktivitas para anggota TNI ini, saat dibincangi Simbur beberapa waktu lalu.

Sejak akan dimulai pembukaan hingga usai upacara pembukaan TMMD ke-101 di lapangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sungai Ceper, dirinya tampak girang berada di tengah para tentara yang menggunakan seragam loreng tersebut. Lundu sendiri merupakan salah satu diantara anak-anak yang mengikuti upacara pembukaan TMMD.

Mimpi siswa kelas VI SD ini masih harus benar-benar diperjuangkan. Pasalnya, saat dibincangi, Lundu mengungkapkan setelah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya (tingkat menengah) harus menyebrang ke provinsi tetangga, Lampung. “Kalau selesai, mau lanjut SMP di seberang (Wiralaga, Lampung). Di sini tidak ada,” ujarnya yang juga ditambahkan temannya, Fauzan.

Seorang warga setempat, Sarwan Amid menjelaskan, di desanya lembaga pendidikan yang ada memang hanya sebatas sekolah dasar. “PAUD ada, karena ada program dari pemerintah. Jadi Alhamdulillah ada, kalau SMP dan SMA, anak-anak sini nyebrang,” ungkapnya.

Untuk sekali penyebrangan, lanjutnya, membutuhkan waktu antara 10-15 menit menggunakan perahu motor. “Iya jadi kalau sekolah mereka nyeberang, sekali penyebrangan itu ongkosnya Rp3 ribu hingga Rp5 ribu. Karena itu juga ada yang masih melanjutkan sekolah, ada yang tidak melanjutkan lagi,” jelas pria paruh baya ini.

Kalau sekarang, tambahnya, sudah lumayan. Anak-anak bisa juga belajar malam hari karena ada listrik dengan PLTD, jadi bisa belajar malam. “Itu hanya sampai jam 11 lebih kurang, baru hidup lagi saat subuh sekitar dua jam lalu mati lagi,” terangnya.

Dirinya mengharapkan, dengan adanya program TMMD di desanya tersebut bukan hanya dapat meningkatkan pembangunan, melainkan juga diharapkan dapat membuka mata masyarakat khususnya anak-anak terhadap dunia luar. “Sehingga bisa menghilangkan stigma terhadap desa ini,” ujarnya.

SesuaiĀ  program dan tujuan dari TMMD yang ingin meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, satgas TMMD Kodim 0402-OKI berinisiatif melakukan antar jemput anak-anak yang bersekolah di provinsi tetangga ini. Hal ini juga untuk lebih meringankan aktivitas anak-anak ini.

Salah seorang petugas yang melakukan antar jemput siswa, Sertu Dona R Sirait dan Kopda Erwin yang merupakan satuan dari Angkatan Udara dibantu oleh Babinsa setempat menjelaskan, jumlah anak yang dijemput tersebut sebanyak 50 orang. “Itu SMP saja, kalau semuanya sekolah bisa lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, rakyat merupakan ibu kandung dari TNI sehingga melihat ibu kesulitan pihak ya tidak akan tinggal diam. “Meskipun kegiatannya tidak masuk rencana TMMD, tapi hal ini akan terus dilakukan selama satgas masih ada di Sungai Ceper,” tegasnya. (*)

Share This: