Investigasi Kecelakaan Kapal, Atasi Tumpahan Minyak di Perairan TAA

BANYUASIN, SIMBURNEWS –Dua kapal tangker, OB SMS 3000 dan BG DBS 3028 bertabrakan. Kecelakaan kapal itu terjadi di Perairan Tanjung Api Api Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, Senin (26/3) pagi. Akibatnya, tumpahan minyak berceceran di perairan tersebut.

Kapal dioperatori PT Wintermar (Wintermar) yang mengangkut minyak mentah ringan dari lapangan PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) di Sumatera Selatan dan tongkang pengangkut batubara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah minyak mentah ringan tumpah ke perairan.

Medco E&P bersama Wintermar dengan cepat mengamankan posisi tongkang sehingga tumpahan dapat dihentikan, melakukan pemasangan oil boom untuk melokalisir tumpahan dan meminimalisasi dampak terhadap lingkungan. Medco E&P juga terus berkoordinasi dengan SKK Migas, Direktorat Jendral Migas dan Otoritas Pelabuhan serta instansi terkait lainnya dalam penanggulangan masalah ini dan meminimalisasi gangguan lalu lintas sungai.

Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan mengatakan, “Keselamatan dan perlindungan lingkungan selalu menjadi fokus utama kami. Kami akan menginvestigasi penyebab insiden ini sambil terus mengatasi tumpahan yang terjadi. Kami menghargai dukungan dari semua pihak dalam penanganan masalah ini,”kata Ronald, Selasa (27/3).

Peristiwa tabrakan bermula ketika Kapal BG DBS 3028 bermaksud menghindari perairan dangkal di sebelah kiri kapal.  Saat kapal hendak melambung ke kanan dari Kapal OB SMS 3000, namun karena angin kencang dan arus yg kuat menyebabkan Kapal BG DBS 3028 menabrak Kapal OB SMS 3000 yang bersandar di sekitar tempat kejadian.

Saat kejadian kecepatan Kapal BG DBS 3028 , 5,9 knot serta kecepatan angin 13 knot sedangkan kecepatan arus yang sedang surut itu sekitar 3 knot. Akibat insiden itu  Kapal OB SMS 3000 yang dinakhodai Samsul Hadi tersebut mengalami robek pada lambung kiri selebar 4 m dan tinggi 1 m sehingga terjadi tumpahan minyak ke laut. Sementara Kapal BG DBS 3028 mengalami penyok pada sudut kanan. Berapa kerugian materi karena insiden tersebut belum dapat ditaksir. Beruntung dalam insiden tabrakan (senggolan) tersebut  tidak ada korban jiwa. Aparat keamanan dari TNI AL dan Polair Polda Sumsel sudah berada di TKP untuk melakukan penyelidikan penyebab terjadinya insiden tersebut. (red/krw).