PDAM Tirta Agung Putus Hubungan dengan 212 Pelanggan

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Sebanyak 212 pelanggan yang menggunakan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpaksa harus diputus. Hal ini dikarenakan para pelanggan tersebut melakukan penunggakan yang cukup banyak. Hal ini juga sekaligus menjadi langkah penertiban yang dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Agung.

Direktur PDAM Tirta Agung, Banarianto mengungkapkan, hingga saat ini, pelanggan PDAM sendiri mencapai 6.000 lebih. “Dan hingga saat ini, yang diputus itu ada sekitar 212 pelanggan. Sebelumnya, kami sudah melayangkan surat kepada yang bersangkutan,” ungkapnya, Kamis (22/3).

Diakuinya, sebelum melakukan pemutusan, selain memberikan surat pemberitahuan para pelanggan ini diberikan kelonggaran waktu untuk membayar, bahkan diberikan keringanan membayar tunggakan awal sebesar 50 persen. “Tapi sepertinya tidak ada itikad baik, jadi kami putus. Kalau (mereka) ingin memasang kembali, lunasi dulu tunggakan dan bayar biaya sambungan,” tegasnya.

Menurutnya, pemutusan tersebut juga diikuti dengan usaha peningkatan layanan PDAM, salah satunya dengan kapasitas aliran air yang mencapai 50 liter / detik. “Bahkan pada 2.020, ditargetkan untuk menambah kapasitas menjadi 100 liter / detik. Untuk lokasi dan pengolahannya juga sedang dipersiapkan.

Untuk membantu masyarakat dengan penghasilan rendah, lanjut Bana, pihaknya akan melakukan pemasangan terhadap lebih dari 1000 rumah warga di sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kayuagung. Di mana, pemasangan ini direncanakan akan menggunakan APBD.

“Untuk 2019 mendatang, nanti giliran wilayah Kijang yang akan mendapat bantuan tersebut. Upaya ini dilakukan agar distribusi air bersih dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Terkait kondisi air saat ini, tambahnya, hal tersebut tidak terlalu mengganggu pengolahan air di PDAM Tirta Agung. Hanya saja, dalam pengolahan untuk menjernihkan alat yang digunakan sedikit ditambah. “Kalau secara teknis tidak berpengaruh. Tapi untuk menjernihkan memang ada sedikit penambahan sekitar 10 persen bahan yang digunakan dan itu sudah disesuaikan,” pungkasnya. (yrl)