- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Hilang Tiga Hari, Ali Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Karet
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Dinyatakan hilang selama tiga hari oleh warga, Ali (45), warga Dusun I, Desa Seri Menang, Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditemukan tidak bernyawa. Mayatnya ditemukan di perkebunan karet oleh warga di Desa Serdang, Kecamatan Pampangan, Kamis (8/3) sore.
Jasad Ali pertama diketahui warga yang saat itu sedang menyadap karet di Talang Ibul, Desa Serdang. “Iya, itu (mayatnya) ditemukan oleh Saiful, warga yang sedang menyadap karet beserta istrinya. Katanya mereka melihat ada sesosok laki-laki dalam posisi tertelungkup. Kemudian saksi melapor kepada kepala desa,” kata Kapolsek Pampangan, AKP Akhmad Bakri SH saat dikonfirmasi, Jumat (9/3) siang.
Setelah mendapat laporan dari warganya, lanjut Kapolsek, yang bersangkutan langsung menghubungi Kepala Desa Seri Menang. “Kades ini menghubungi Kades Seri Menang lantaran sudah mendengar informasi bahwa ada salah seorang warganya yang menghilang selama tiga hari. Dan diduga dalam keadaan depresi,” terangnya.
Selanjutnya, Kades beserta beberapa orang warga menjemput mayat tersebut dan melaporkan kepada kami Polsek Pampangan. “Untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, mayatnya dibawa ke Puskesmas Pampangan untuk dilakukan pemeriksaan medis,” sambungnya.
Diakui Kapolsek, dari hasil pemeriksaan medis oleh dokter puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka akibat kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Ali. “Dugaannya korban ini meninggal akibat kelaparan dan kehujanan, sehingga terjatuh di hutan dan kedinginan,” akunya.
Dari pihak keluarga, tambahnya, tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap mayat sehingga menurut Kapolsek pihaknya membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap korban yang juga diketahui oleh kades. (yrl)



