- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Difteri Teror Malam Tahun Baru
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Masyarakat tampaknya harus berhati-hati dalam merayakan tahun baru kali ini. Pasalnya, penyebaran difteri sangat mungkin terjadi pada pemakaian terompet apabila dipakai banyak orang.
Apalagi, hal tersebut sudah dinyatakan oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Elizabeth Jane Soepradi bahwa percikan ludah berpotensi menjadi medium difteri.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia. Menurutnya, jika memang terompet tersebut berpotensi menyebarkan difteri jika berpindah-pindah mulut (peniupnya).
“Kalau terompet itu dicoba-coba atau dipakai oleh orang yang difteri, otomatis yah bisa. Karena difteri itukan bisa menyebar melalui air liur. Kalau dia tidak mengidap difteri yah tidak apa, tapi kan kita harus mencegah,” ujarnya saat dikonfirmasi Simbur, Jumat (29/12).
Dirinya juga memastikan bahwa ke depan pihaknya akan mensosialisasikan juga kepada para penjual terompet agar tidak dicoba semua (jualannya), karena air liurnya bisa nempel rongga terompet yang dijualnya.
“Kami berharap agar masyarakat agar lebih berhati-hati. Namanya membeli, (cek dulu) terompetnya itu bersih atau tidak, apakah sudah dicoba-coba oleh penjualnya atau tidak,” harapnya.
Masih kata Letizia, selain difteri, potensi kuman juga besar karena tidak diketahui apakah bahan untuk membuat terompet itu steril dari kuman atau tidak.
Untuk kasus difteri di Palembang sampai saat ini baru satu orang yang dinyatakan positif. “Sebelumnya memang ada 4 orang, namun setelah diperiksa tiga orang lainnya dinyatakan negatif,” ungkapnya. Gejala difteri bisa diketahui dengan melihat adanya rasa sakit saat menelan, batuk, ada pembesaran di leher dan jika dilihat maka akan ada selaput-selaput warna putih keabu-abuan yang menempel di dinding tenggorokan. (mrf)



