Dukung Pariwisata, Keberatan Dirazia

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Berkembangnya sektor pariwisata sejalan dengan semakin banyaknya jumlah hotel yang ada di Kota Palembang. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel), Herlan Asfiuddin mengatakan, hingga saat ini jumlah hotel yang ada di Kota Palembang berjumlah 153.

“Ini jumlah seluruhnya, tidak ada lokal tidak ada nasional. Jadi cuma ada bintang dan non-bintang,” ungkap Herlan.

Dirinya beranggapan, perkembangan hotel di kota Palembang ini sendiri selain dari gencarnya promosi juga didukung oleh kondusivitas kota ini sendiri. “Mereka ingin berinvestasi dan masuklah hotel, masuklah restoran, tempat hiburan, spa, dan segala macam yang berhubungan dengan pariwisata. Ini membantu pertumbuhan UKM juga,” ujarnya.

Dirinya juga meminta agar keberadaan hotel-hotel ini tidak diganggu, dengan istilah-istilah penggerebekan. “Kalau (dirazia) seperti itu nanti orang takut masuk ke hotel, dari mana lagi PAD untuk daerah ini. Kami ingin membangun pariwisata, seluruhnya baik yang bintang maupun non bintang. Kalau memang ada yang miring-miring (melenceng) kami tegur. Tapi untuk yang prostitusi tidak ada itu, tidak ada di hotel,” jelasnya.

Berbeda, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan terhadap hotel-hotel yang ada di Palembang. Menurut Kapolresta, akan ada langkah-langkah atau tahapan yang ditempuh.

“Biasanya kami akan ada rapat (koordinasi), kami undang semua instansi terkait, pihak hotel, tempat hiburan agar bersama-sama mengambil langkah untuk mewujudkan kamtibmas,” ungkapnya , dikonfirmasi  Simbur Sumatera, Senin (20/11). (yrl/mrf)

 

(Baca berita selengkapnya di surat kabar Simbur Sumatera edisi Desember 2017)