Pekerja Kembali Jadi Korban Megaproyek LRT Palembang

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Diduga akibat ceroboh, salah seorang pekerja Light Rail Transit (LRT) harus dilarikan ke rumah sakit. Itu karena kaki kanannya terlindas mobil alat berat yang sedang bekerja tepat di bawah Stasiun Telkom, Km 7 Palembang, Sabtu (4/11).

Informasi yang diperoleh Simbur di lokasi kejadian, pekerja tersebut dikabarkan sedang berdiri tegak membelakangi mobil alat berat yang juga sedang bekerja. Karena sopir tidak melihat keberadaan korban, ditambah memang mobil yang dikendarai tidak memiliki kaca spion, akhirnya kaki korban (pergelangan kaki) terlindas mobil yang ingin mundur itu.

Menurut salah satu juru parkir toko aluminium dan kaca Asahijaya, Saidi yang juga merupakan saksi mata, bahwa memang saat kejadian keduanya saling membelakangi.

“Kejadiannya pukul 10.00 WIB pagi saat sedang bekerja. Salah satu pekerja LRT berdiri membelakangi mobil alat berat yang sedang beroperasi. Saat mobil bermaksud untuk mundur, sopir tidak melihat sehingga kaki kanannya sempat tergilas sampai pergelangan kaki,” ungkapnya seraya mengatakan jika saat kejadian, dirinya sedang berdiri tepat di depan stasiun Telkom .

Menurutnya, kejadian itu sempat membuat jalanan macet, karena menjadi perhatian warga yang kebetulan lewat. “Kalau saya tidak teriak, mungkin korban tidak selamat (tewas). Setelah itu, mobil berhenti dan warga turut membantu korban,” pungkasnya.

Masih kata Saidi, dirinya juga ikut mengangkat korban menuju mobil warga yang kebetulan berbaik hati mengantarkan korban ke Rumah Sakit (RS). “Kalau mau dicek, tadi saya dengar korban dibawa ke RS Myria,” ujarnya.

Di tempat yang sama, pekerja LRT yang enggan menyebutkan namanya mengatakan jika korban tidak apa-apa dan hanya mengalami lecet. “Iya memang ada kejadian tadi pagi, tapi tidak apa-apa,” ujar pekerja LRT yang tidak mau menyebutkan nama korban.

Dirinya juga membantah jika korban dilindas mobil alat berat. “Kalau dilindas pasti mati dia. Tidak ada itu dilindas. Hanya tersenggol sedikit saja,” ungkapnya.

Saat ditanya korban dirawat dimana, sama seperti Saidi, pekerja tersebut menunjuk RS Myria yang memang hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Namun, ketika Simbur mencoba melakukan kroscek ke RS tersebut, pihak RS tidak bisa memberi informasi jika tidak menyebutkan nama korban. “Dari tadi pagi, kami menerima banyak pasien kecelakaan. Jadi kalau tidak disebutkan namanya, kami tidak bisa beri informasi,” ujar salah satu petugas RS di ruang IGD RS Myria.

Dari pantauan Simbur, alat berat yang digunakan untuk sementara tidak dioperasikan. Sampai berita ini diturunkan, Direktur Operasional PT Waskita Karya, Adi Wibowo belum bisa dikonfirmasi. (mrf)