Diduga Menembak Tukang Jahit, Oknum Polisi Jadi Buronan Kapolda

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Oknum penembak Tarmizi (38) yang diduga adalah salah satu anggota Polda Sumsel, saat ini masih sedang diburu. Perkembangan kasus tersebut diungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara di Mapolda Sumsel, Rabu (20/9).

Jenderal bintang dua tersebut menegaskan jika kepolisian tidak akan main-main dalam mengungkap kasus tersebut. Jika terbukti pelaku adalah anggota polisi, maka dirinya akan menindak tegas. “Saat ini kami bersama Propam masih melakukan pengejaran. Berdasarkan informasi dari tim penyidik baik Polda maupun Polresta, kalau betul pelaku adalah oknum polisi tentu akan kami tangkap dan diproses. Apakah pasal pembunuhan (338) atau penganiayaan yang menyebabkan kematian (359 atau 351), akan dilihat ketika tersangka sudah ditangkap. Kami tidak akan menutup-nutupi,” tegasnya.

Untuk saat ini, diduga motif pelaku menembak korban karena dendam atau masalah pribadi karena mungkin pelaku sempat sakit hati sehingga melakukan penembakan. Bisa jadi, pelaku juga tidak sengaja karena
sempat dibawa ke rumah sakit namun saat tiba, korban akhirnya
meninggal dunia. Hal tersebut diperkuat dari bukti CCTV rumah sakit.

Terkait dugaan jika pelaku adalah petugas Polda Sumsel, Kapolda
menjawab mungkin saja. Kapolda juga memastikan jika pelaku tidak memiliki senjata api dari dinas dimana dia bertugas, jadi kemungkinan senjata rakitan.

“Saya minta maaf jika memang betul itu adalah oknum karena sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai Kapolda. Tetapi kami janjikan, kami pastikan dia (pelaku) akan diproses sebagaimana tindak pidana
umum lainnya. Jika hukumannya lebih dari 4 tahun, sesuai
peraturan Kapolri maka dapat diajukan untuk diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) atau dengan kata lain dipecat,” ungkapnya.

Irjen Pol Zulkarnain juga mengimbau agar pelaku sebaiknya menyerahkan diri, karena kemanapun sembunyi (pergi) polisi bisa mengetahui
(monitor). “Dengan sendirinya dia tidak bisa menerima gaji kemudian kemana saja pasti akan dikejar,” tutupnya.

Sebelumnya, Minggu malam (17/9), warga di Jalan Angkatan 66, Lorong Nangka, Kecamatan Kemuning Palembang digegerkan dengan aksi anarki terhadap seorang penjahit bernama Tarmizi, warga Perindustrian II, RT 72 RW 14, Sukajaya, Sukarame, Palembang.

Walaupun sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa Tarmizi tidak bisa tertolong lagi akibat luka tembak yang tepat dikeningnya. Dari pengakuan kakak korban, diketahui Tarmizi sejauh ini tidak memiliki masalah dengan siapa pun, sehingga kabar tewasnya Tarmizi menjadi duka yang dalam bagi istri dan kelima anak korban. (mrf)