Mahasiswi Korban Pembunuhan Diduga Kehabisan Darah

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Sonya Priska Pratiwi (19) yang masih berstatus mahasiswi semester dua salah satu PTS di kawasan Plaju tewas ditikam berkali-kali oleh pacarnya, Suyanto alias Kempol yang juga masih berstatus mahasiswa kampus berbeda di kawasan yang sama, Sabtu (29/4). Tiga luka tusukan di dada dan perut serta satu luka robek di lengan kiri menjadi pemicu tewasnya mahasiswi yang dikenal baik oleh teman kampusnya.

Kondisi keluarga korban sendiri masih dalam kondisi syok ketika menunggu jasad Sonia di depan ruang visum RS Bhayangkara, Sabtu (29/4). Bahkan, karena luapan marah, salah satu anggota keluarga korban meminta wartawan untuk tidak mengambil gambar ibu korban yang tidak sanggup berdiri saat jenazah akan dibawa ke rumah duka. “Dak usah moto-moto (memotret). Kucincang-cincang gek kamu,” ungkap Aris, ayah korban yang terlihat syok berat dan menahan amarah, kepada awak media di RS Bhayangkara.

Dari hasil visum, korban mengalami tiga luka tusukan dan satu luka robek akibat sabetan senjata tajam. Ditemukan satu luka di bawah payudara kiri dan dua tusukan di perut sebelah kiri. Sementara luka robek di lengan kiri diduga karena korban sempat menahan senjata tajam dengan tangannya.

Luka tusuk yang dialami korban terbilang parah sebab kedalamannya diperkirakan diatas 10 sentimeter. “Jika dilihat, luka yang paling parah itu ada di dada. Hanya saja apakah mengenai organ vital atau tidak belum kami ketahui,” terang dr Indra beberapa saat setelah melakukan visum di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Saat ditanya mengenai penyebab kematian, dr Indra tidak ingin berspekulasi sebab dirinya mengaku tidak melihat lagi dara keluar dari luka korban. “Jika dikatakan korban meninggal akibat kehabisan darah, kami tidak mau berspekulasi, sebab di ruang visum tidak ada lagi darah yang mengalir. Hanya saja, ada cairan yang keluar dari bekas luka yang ada di dada korban,” pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Sukarami, Kompol M Khalid Zulkarnaen saat dihubungi via telepon membenarkan adanya pembunuhan akibat penganiayaan yang menyebabkan kematian di wilayah hukumnya. “Tersangka sedang diperiksa di Mapolsek Sukarami,” ungkap Kapolsek.(mrf)