- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Pungli Bisnis Lendir
(EKSKLUSIF) SIMBUR, PALEMBANG – Dunia hiburan di Sumatera Selatan, khususnya Palembang mengalami kemajuan pesat. Hal itu ditandai dengan menjamurnya tempat-tempat hiburan malam di kota ini. Tidak hanya itu, perkembangan entertaintment di Palembang diiringi dengan maraknya lokasi prostitusi yang berkedok hotel, kafe, lounge, salon, panti pijat dan spa, serta segmen bisnis lendir lainnya. Namun apa lacur, salah satu menjadikan faktor usaha esek-esek terselubung tak luput dari dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oknum aparat bermotif “patroli”.
“Masih ada kok (oknum petugas) yang ‘ngemil’. Semalam mami pasti ngasih Rp20—Rp50 ribu saat mobil (petugas) berhenti dan memberikan klakson. Jatah bulanan beda lagi. Tapi tak apalah, yang penting aman. Kalau tidak ‘nyetor” biasanya kena razia,” ungkap Mawar (25), bukan nama sebenarnya, perempuan yang bekerja sebagai ladies dan terapis di kawasan Jl Kol H Barlian, Palembang.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin tidak mengetahui detailnya terkait pungli yang dilakukan di tempat-tempat hiburan malam. Hanya saja, kata Babe, sapaannya, memang ada saat malam hari petugas yang berpatroli untuk menjaga kamtibmas di kota Palembang ini.
“Kalau oknum petugas yang kasih kode ‘om telolet om’ (klakson) memang ada. Tapi itu bukan paksaan buat tempat-tempat hiburan. Bisa dikatakan ucapan terima kasih dari pemilik tempat hiburan yang sudah menjaga keamanan di wilayah sekitar. Apalagi hal itu bukan sebuah paksaan. Kalau memang lagi tidak ada, ya bilang saja tidak ada ke petugasnya, mereka pasti mengerti,” terangnya saat dikonfirmasi Simbur Sumatera (21/1).
Dikatakannya, selama ini para pengusaha tempat hiburan tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dengan adanya patroli tiap malam yang dilakukan, pengusaha juga merasa aman sehingga ada semacam simbiosis mutualisme antara pelaku usaha dan anggota yang sedang berpatroli. “Saat ini yang terpenting bagaimana kondisi kota Palembang aman dan nyaman bagi semua kalangan termasuk pelaku usaha. Supaya betul-betul siap menyelenggarakan event Asian Games (AG) 2018 nanti. Intinya pelaku usaha dan pariwisata di kota Palembang siap untuk turut menyukseskan AG 2018,” pungkasnya. (tim)
(Baca berita selengkapnya hanya di surat kabar Simbur Sumatera edisi cetak Februari 2017)



