- Bertambah Jadi Enam Bandara Tutup Sementara, Penyeberangan Selat Sunda Tetap Jalan
- M Alkautsar Pimpin Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol, MTI Pusat Bakal Gelar FGD Nasional di Lampung
- Abu Vulkanik akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Kuasai Ruang Udara, Lima Bandara Ditutup Sementara
- Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Arahkan Warga ke Zona Aman
- Gunung Anak Krakatau Meletus, Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
Abu Vulkanik akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Kuasai Ruang Udara, Lima Bandara Ditutup Sementara
Terkonfirmasi dari Pos Pemantau Vulkanologi Banten erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi di Kab\Kota Lampung Selatan, Lampung. Diketahui, posisi geografisnya berada di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl. Cuaca kondisi berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26-27°C dengan kelembaban 78-80 persen.
Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Erupsi Menerus berhenti pada Minggu 6 September 2026 Pukul 00.04 WIB. Meski demikian, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga).
Adapun kejadian gempa vulkanik yakni 1 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 46 mm, dan lama gempa 30 detik. Kemudian, 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 25-34 mm, dan lama gempa 38-47 detik.
Selanjutnya, 14 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 25-36 mm, dan lama gempa 4-15 detik. Sebanyak 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 12-34 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 5-22 detik. Kemudian, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14 mm, dan lama gempa 13 detik serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 8-45 mm, dominan 15 mm.
Masyarakat tidak diperkenankan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG. Nelayan, wisatawan dan pengguna kapal tradisional juga diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung api yang masuk dalam radius bahaya.(red)



