- Sinergi Cegah Karhutla, Tim Penyuluhan Gabungan TNI Sambangi Kodim 0403/OKU
- Perkuat Satgas Darat dan Udara Atasi Karhutla Jambi
- Dewan Pers Belum Putuskan Lokasi HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI Digelar di Jakarta
- "Gunung Sampah" di Kota Surakarta Dilalap si Jago Merah
- Rumuskan Strategi Komunikasi yang Relevan dengan Dinamika Perubahan Zaman saat KHI 2026 Surakarta
“Gunung Sampah” di Kota Surakarta Dilalap si Jago Merah
JAKARTA, SIMBUR – Tumpukan sampah yang menggunung di TPA Putri Cempo Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah ludes terbakar. Kebakaran hebat melanda tumpukan sampah di sektor Blok B, Kecamatan Jebres, pada Rabu (2/9), sekitar pukul 18.00 WIB.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D. mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kejadian ini nihil korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 2,17 hektare luas lahan terbakar dan masih dalam pendataan petugas,” ujar Berton.
Dikatakannya, BPBD Kota Surakarta melakukan asesmen dan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dukungan suplai air, serta membuka dapur umum di Kantor Damkar Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta turut meninjau langsung lokasi kejadian pada malam harinya.
Penanganan didukung oleh empat unit mobil pemadam dan tiga unit mobil tangki suplai dari Damkar Surakarta, ditambah armada tangki dari BPBD Karanganyar dan BPBD Boyolali, serta unsur TNI, Polri, PMI, Tagana, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Hingga Rabu (2/9), proses pemadaman masih berlangsung dengan kebutuhan mendesak berupa logistik, air mineral, masker, dan obat tetes mata,” paparnya.
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, kata Berton, BNPB mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. “Khususnya di wilayah yang berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla,” ujarnya.
Berton meminta masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, berhati-hati dalam mengelola sampah agar tidak memicu kebakaran. “Segera melaporkan kepada BPBD setempat apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, kata Berton, masyarakat yang berada di wilayah rawan gempa bumi dan cuaca ekstrem diimbau untuk mengenali jalur evakuasi, memperkuat struktur bangunan tempat tinggal. Mengikuti arahan resmi dari BPBD dan BMKG guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.(red)



