- Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
- HPN 2027 Lampung Inklusif dan Kolaboratif, Dewan Pers Segera Kumpulkan Konstituen
- Kejati Sumsel Gelar Upacara, Ziarah, dan Tabur Bunga
- Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga Mengungsi Hindari Potensi Lahar
- Tim Mabes TNI Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Muba dan Muara Enim
Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
JAKARTA, SIMBUR – Gempabumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (1/9) pukul 15.22 WIB, telah menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah terdampak.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D mengatakan, hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, sekitar 15 kepala keluarga (KK) terdampak. Sementara itu, hasil pendataan sementara mencatat sekitar 15 unit rumah mengalami rusak ringan serta satu unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan. “Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan asesmen lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan maupun kemungkinan dampak lainnya,” ungkapnya.
Sejak kejadian gempa hingga hari ini, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah melakukan pemantauan kondisi wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa di Kecamatan Patani dan Patani Utara. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan. “Perkembangan penanganan dan kondisi wilayah dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah,” kata dia.
Hingga Rabu (2/9), kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan tim lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi bangunan serta kebutuhan masyarakat terdampak. “Masyarakat juga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang,” imbaunya.
Berdasarkan informasi awal, gempa M 5,5 tersebut berlokasi sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda. “Pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer,” jelas Berton.
Guncangan gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer tersebut dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara. “Berdasarkan parameter gempa yang diinformasikan, kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar sementara menghindari bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh. Masyarakat juga diharapkan menyiapkan langkah evakuasi secara mandiri, memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, serta mengamankan dokumen penting dan kebutuhan dasar keluarga sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.(red)



