- Empat Perusahaan di Sumsel Disanksi Terkait Karhutla 2026
- Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan
- Gubernur Tegaskan Penanganan Karhutla Sumsel Masuk Tahap Penegakan Hukum
- Ratusan Hektare Lahan di Muba Terbakar, Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
- Gunung Sinabung Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik 3.500 Meter di Atas Puncak
Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan
Imbau Puskesmas Buka Layanan 24 Jam, Antisipasi ISPA Dampak Asap Karhutla
Gubernur juga mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel agar memastikan puskesmas membuka layanan selama 24 jam. Tujuannya untuk mengantisipasi meningkatnya keluhan masyarakat akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai dampak kondisi asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota terkait kesiapan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak asap karhutla. “Saya sudah berkoordinasi sama bupati, wali kota untuk puskesmas dibuka 24 jam untuk pelayanan ISPA. Saya harapkan untuk tidak dipungut biaya kalau untuk infeksi saluran pernapasan ini,” ujar Gubernur.
Menurut Herman Deru, penanganan dampak karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan satuan tugas, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Hal tersebut mengingat berdasarkan hasil investigasi, sebagian besar kejadian kebakaran disebabkan oleh faktor manusia, sementara dampaknya juga kembali dirasakan oleh manusia. “Kalau hasil investigasi penyebab mayoritas ini adalah ulah manusia dan yang terdampak manusia, untuk mengatasinya waterbombing pun kalah dibanding manusia,” katanya.
Karena itu, Gubernur Herman Deru mengajak seluruh masyarakat Sumsel mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing, mulai dari upaya promotif, preventif hingga penanganan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat karhutla.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pengguna media sosial, untuk turut menyebarluaskan edukasi serta mengajak masyarakat lainnya berperan dalam mencegah dan mengakhiri terjadinya kebakaran. “Kita semua warga Sumatera Selatan, masing-masing paling tidak ada peran pada posisi promotif, preventif dan penanganan juga. Teman-teman yang main medsos silakan untuk mengajak orang bahwa kita ini punya peran dalam memulai dan mengakhiri sebenarnya,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, upaya pencegahan menjadi sangat penting karena sebesar apa pun dukungan teknologi dan sumber daya yang dikerahkan untuk pemadaman, termasuk melalui waterbombing, tetap memiliki keterbatasan apabila kebakaran terus terjadi akibat aktivitas manusia.



