- Empat Perusahaan di Sumsel Disanksi Terkait Karhutla 2026
- Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan
- Gubernur Tegaskan Penanganan Karhutla Sumsel Masuk Tahap Penegakan Hukum
- Ratusan Hektare Lahan di Muba Terbakar, Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
- Gunung Sinabung Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik 3.500 Meter di Atas Puncak
Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan
BNPB juga mendorong percepatan administrasi bagi petugas yang bertugas di lapangan. Hal ini diperlukan agar para personel yang terlibat langsung dalam operasi penanganan karhutla dapat memperoleh dukungan sesuai ketentuan.
“Kepada Dansatgas OKI, pasukan yang di lapangan yang memang berjibaku segera didaftarkan untuk mengajukan uang harian. Kondisi ideal memang tidak memungkinkan, setidaknya kita terus berusaha dengan peralatan yang ada,” tambahnya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pentingnya memperkuat operasi darat sebagai strategi utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Ia meminta seluruh pihak tidak mengandalkan hujan untuk mengatasi karhutla, melainkan memperkuat pasukan di lapangan dengan melibatkan masyarakat desa.
“Pertama, jangan berharap hujan. BMKG menyampaikan bibit-bibit air sudah ada, tetapi hujan merata baru Oktober. Kedua, operasi darat sangat penting. Harus memperkuat pasukan darat, caranya dengan memberdayakan warga desa. Usulan satgas darat segera kami nantikan,” tegas Herman Deru.
Menurut Gubernur, sebagai wilayah yang terpapar karhutla cukup luas, kesiapan perangkat desa menjadi salah satu kunci dalam penanganan kebakaran. Karena itu, penguatan Satgas Darat perlu segera dilakukan agar pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Selain memperkuat operasi darat, Pemprov Sumsel juga telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk hingga malam hari, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dan mengendalikan karhutla.



