- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Banjir Bandang di NTT, Empat Warga Tewas
Melihat kondisi medan dan lokasi wilayah terdampak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo, tim yang diberangkatkan akan menggunakan moda transportasi udara dari Jakarta-Kupang menuju Ende dilanjutkan perjalanan darat untuk mencapai lokasi. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan karena adanya erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki dan Ile Lewotolok yang dapat berdampak pada penerbangan, maka tim akan menggunakan jalur laut.
“Kami akan berangkat lewat jalur udara ke Kupang. Dari Kupang ke Ende menggunakan pesawat kecil atau kapal laut. Mudah-mudahan di sana ada dua erupsi gunung, Lewotobi dan Lewotolok, semoga tidak erupsi,” jelas Suharyanto.
Sesuai perintah Kepala BNPB, tim yang diberangkatkan tidak hanya personel saja, namun dukungan lain seperti logistik dan perlengkapan yang secara umum dibutuhkan selama masa tanggap darurat juga disertakan. Tidak menutup kemungkinan, BNPB juga akan melengkapi segala kebutuhan lainnya sesuai hasil asesmen di lapangan.
“Tidak hanya membawa badan tapi juga logistik. Ini sedang dikumpulkan sedang asesmen kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tapi tentu saja logistik dasar permakanan, pakaian, matras, tenda dan lain sebagainya,” pungkas Suharyanto.(red)



