- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Banjir Bandang di NTT, Empat Warga Tewas
Sementara itu, status tanggap darurat masih dalam proses penetapan. Bupati Nagekeo telah berada di Kupang untuk mengikuti rapat koordinasi dengan Gubernur NTT mengenai langkah-langkah penanganan darurat bencana. Setelah status tanggap darurat ditetapkan, BNPB akan langsung mengirimkan personel untuk pendampingan berikut dukungan lain yang dibutuhkan warga terdampak termasuk hal-hal lain yang dianggap perlu dalam proses percepatan penanganan darurat bencana.
Kecamatan Mauponggo saat ini menjadi titik utama pengungsian. BPBD Kabupaten Nagekeo telah mendirikan pos pengungsian dan sementara ini sudah menampung 30 jiwa. “Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain tenda, bahan makanan, pakaian, kebutuhan bayi, serta opsi droping bantuan logistik melalui udara ke wilayah-wilayah yang terisolir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., telah memerintahkan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan untuk hadir di lokasi terdampak untuk memberikan pendampingan dan dukungan lain yang dibutuhkan selama proses tanggap darurat. Sementara Kepala BNPB sendiri diproyeksikan akan menyusul ke NTT setelah memberikan dukungan penanganan bencana banjir yang melanda empat kabupaten dan menyebabkan dua orang meninggal dunia di Bali.
“Nanti malam sudah ada tim yang berangkat ke sana. Akan ada Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan,” jelas Suharyanto usai hadir dalam agenda ADEXCO di JiExpo Kemayoran, Rabu (20/9).



