- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Banjir Bandang di NTT, Empat Warga Tewas
Muhari mengatakan, memasuki hari ketiga pascakejadian, atau Rabu (10/9), BPBD Kabupaten Nagekeo bersama lintas instansi gabungan akan melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan. “Kondisi cuaca yang sering berubah-ubah ditambah masifnya timbunan material yang terbawa oleh banjir bandang menjadi tantangan tim SAR gabungan,” ujar Muhari.
Sejalan dengan operasi SAR tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat dapat berjalan efektif. Memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan segera.
Di sisi lain, proses pembersihan akses menuju lokasi terdampak juga masih terus maksimalkan. Tim gabungan pun harus bertarung dengan waktu. Sebab, sejumlah wilayah belum dapat dijangkau. “Termasuk 18 desa di Kecamatan Mauponggo yang masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan, jaringan listrik dan sinyal komunikasi,” terangnya.
Untuk sementara, upaya penyaluran bantuan logistik akan didukung oleh BPBD Provinsi NTT melalui jalur laut. Distribusi bantuan itu dijadwalkan dapat bergeser pada Kamis (11/9), mendatang. Bantuan yang akan dikirimkan meliputi 100 lembar selimut, 100 unit matras, 75 paket hygiene kit, 50 paket peralatan masak, serta 25 unit kasur lipat. “Selain itu, BPBD Provinsi merekomendasikan kebutuhan tambahan berupa makanan siap saji untuk mendukung para penyintas,” kata dia.



