- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Geng Motor Bakar Pos Polisi serta Rusak Bangunan Ditlantas dan DPRD Sumsel, Brimob Salah Tangkap Anggota Kavaleri
Pada pukul 03.45 WIB, keduanya tiba di Mie Gacoan Demang, depan Hotel Amaris, untuk makan. Selesai makan saat menjelang Subuh, mereka menuju kembali ke asrama dan sempat mengisi BBM di SPBU Hotel Amaris. Saat itu, seorang warga sipil mengingatkan agar tidak melewati bawah flyover Polda karena ada operasi penertiban massa. Pratu Handika memutuskan berhenti di depan SPBU.
Tak lama kemudian, rombongan Brimob melintas di Jalan Demang. Personel Brimob turun dari mobil dan langsung mengambil kunci motor Pratu Handika sambil berkata: “Ayo, ikut! Angkat, angkat, angkat!”
Pratu Handika menjelaskan bahwa, dirinya bukan peserta demo dan merupakan anggota TNI. “Pak, saya di sini cuma cari makan. Saya anggota juga, Pak,” ujarnya.
Namun, salah satu personel Brimob menanggapi: “Oh, kamu anggota?. Kamu yang provokator berarti!” ungkap oknum tersebut.
Anggota Brimob kemudian berupaya memfoto Pratu Handika, namun yang bersangkutan menolak. Bajunya ditarik, tangannya hendak diborgol, dan meskipun sudah menjelaskan dirinya tidak terlibat aksi, Pratu Handika tetap diamankan.
Situasi sempat mereda ketika Peltu Ahmad Sofyan dari Kodim 0418 Kota Palembang yang sedang mengisi BBM di lokasi menghampiri rombongan Brimob. Peltu Ahmad meminta personel Brimob memeriksa lebih teliti: “Coba tanya baik-baik, benar nggak anak ini ikut demo,” kata Peltu Sofyan.



