- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Geng Motor Bakar Pos Polisi serta Rusak Bangunan Ditlantas dan DPRD Sumsel, Brimob Salah Tangkap Anggota Kavaleri
# Kodam II/Sriwijaya Langsung Berikan Klarifikasi

PALEMBANG, SIMBUR – Kerusuhan terjadi di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Ratusan remaja yang diduga komplotan balap liar dan geng motor melakukan aksi pengrusakan dan pembakaran bangunan Gedung DPRD Sumsel, Gedung Ditlantas, dan sejumlah pos polisi di Palembang, Minggu (31/8) pukul 02.30 WIB dini hari.
Buntut dari peristiwa tersebut, Satuan Brimob Polda Sumsel melakukan sweeping terhadap para pelaku pengrusakan dan pembakaran. Sekitar 42 orang berhasil diamankan. Termasuk salah tangkap satu personel tentara di SPBU dekat Hotel Amaris, Jl Demang Lebar Daun, Palembang.
Menyikapi kejadian salah tangkap terhadap anggotanya Pratu Handika Novaldo, NRP 31200140341100 yang viral disebut sebagai provokator, Kodam II/Sriwijaya langsung memberikan klarifikasi. Disampaikan langsung Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf E.S Putra Siregar.
Kapendam menegaskan, prajurit tersebut sama sekali tidak terlibat aksi unjuk rasa maupun provokasi. Melainkan sedang mencari makan dan mengisi BBM motor saat peristiwa terjadi di SPBU. Menurut Kapendam, peristiwa bermula pada Minggu, 31 Agustus 2025, dini hari. Saat itu, Pratu Handika Novaldo yang tengah mengikuti Latihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer (Latkadertih PSM) di Palembang, keluar dari Baterai B Yonarhanud 12/SBP Asrama Pakjo bersama temannya, Diki, untuk mencari makan.



