- Presiden Prabowo Apresiasi Panen Raya TNI di 43 Lokasi, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Wapres Gibran Sampaikan Arahan Presiden Prabowo, Pembangunan Tol Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
- Wapres Gibran Tinjau Proyek Infrastruktur Sumsel hingga Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Pertama di Indonesia
- Bongkar Lapak PKL saat Kunjungan Wapres Gibran, Satpol-PP: Jangan Sampai Palembang Kelihatan Semrawut
- Pangkogasgabpad Dampingi Wapres Gibran saat Berkunjung ke Sumsel
PJMI Dorong Green Jurnalism dan Eco-Theology untuk Perubahan Positif
BOGOR, SIMBUR – Jurnalis Muslim dinilai memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi publik dan mengadvokasi isu-isu kemanusiaan serta lingkungan. Hal ini mengemuka dalam diskusi bertema Eco-Theologi dan Green Jurnalisme yang digelar Persatuan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI). Kegiatan berlangsung di Padepokan Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI), Sentul, Bogor, Sabtu (9/8).
Ketua Umum PJMI H. Ismail Lutan menegaskan, jurnalis Muslim harus mengedepankan pemberitaan positif yang mendorong kesadaran dan aksi nyata bagi kebaikan bersama. “Edukasi, advokasi, dan publikasi yang bernilai positif menjadi bagian dari dakwah,” ujarnya.
Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Hayu Prabowo, pendiri KISUCI, yang memaparkan berbagai inisiatif lingkungan seperti gerakan EcoMasjid, berbagi makanan berlebih, wakaf lingkungan, dan wakaf hutan. Ia menekankan, media dan jurnalis memiliki kekuatan besar dalam menginspirasi perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
Dr. Hayu Prabowo menjelaskan, konsep EcoMasjid hadir sebagai solusi hijau yang menempatkan masjid tidak sekadar sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aksi iklim dan konservasi lingkungan. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar menjadi pusat edukasi dan gerakan nyata bagi pelestarian alam.
“EcoMasjid bertujuan mengubah peran masjid menjadi lebih luas, dari sekadar ruang ibadah menjadi pusat kesadaran dan tindakan konkret dalam menjaga bumi. Di sinilah umat dapat belajar, berinovasi, dan bergerak bersama untuk kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Acara tersebut juga menjadi penutup kepanitiaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PJMI 2025, sekaligus membahas program strategis organisasi ke depan.
Wakil Ketua Umum PJMI sekaligus Ketua Panitia Rakernas, Aliyudin Sofyan, menyebut kegiatan berlangsung produktif dan menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan HUT ke-14 PJMI, dengan puncak perayaan pada November mendatang. “Semoga PJMI terus jaya dan memberi manfaat bagi agama, negara, umat, dan para anggotanya,” kata Aliyudin.(red/rel)



