Karhutla Terjadi di Aceh dan Riau, Imbau Warga Melapor jika Melihat Titik Api

JAKARTA, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh dan Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Hal itu disampaikan Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan persnya, Selasa (3/6).

Karhutla Aceh Singkil dengan luas lahan terbakar mencapai ±5 hektar. Kesigapan tim satgas gabungan dalam upaya menaklukkan karhutla membuahkan hasil. “Api telah berhasil dipadamkan dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa,” ujar Muhari.

Sementara, lanjut Muhari, di Provinsi Riau, karhutla hingga 2 Juni 2025 telah membakar lahan seluas 115,68 hektare Pemadaman titik api seluas 1 hektar di Kabupaten Kampar telah berhasil dilakukan. “Status siaga darurat tetap diberlakukan. Kembali lagi, kesigapan dan aksi cepat dari satgas gabungan yang terorganisir dalam desk karhutla telah terbukti membuahkan hasil yang baik,’ ujarnya.

Dikatakannya, wilayah seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur diprakirakan mengalami suhu panas dan cuaca kering, yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi baik basah maupun kering.

“Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait diharapkan terus memastikan kesiapan jalur evakuasi, logistik, dan sarana prasarana penanganan darurat,” ujarnya.

Khusus penanganan bencana karhutla, lanjut Muhari, patroli terpadu dan pemadaman dini titik api di daerah rawan karhutla juga perlu terus dilakukan. Dalam penanganan karhutla, BNPB juga mengajak masyarakat agar selalu waspada, mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. “Jika masyarakat menemukan titik api, diharap segera melapor kepada pihak berwenang termasuk apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing,” tandasnya.(red)