- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Lima Korban Tewas dan Empat Warga Dalam Pencarian akibat Banjir dan Longsor di Sukabumi
JAKARTA, SIMBUR – Dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (3/3), banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (6/3), yang menyebabkan lima warga tewas dan empat warga dinyatakan hilang. Sampai saat ini masih dalam pencarian tim SAR.
Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menerangkan, update data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) perhari ini, Minggu (9/3). Tercatat sebanyak 12 desa di 9 kecamatan terdampak banjir dan 30 desa di 22 kecamatan terdampak tanah longsor.
“Selain lima warga meninggal dunia dan empat yang masih dinyatakan hilang.
Total sebanyak 1.424 KK atau 4.500 warga terdampak dan 83 KK atau 246 warga diantaranya dilaporkan mengungsi. Enam warga diantaranya di laporkan luka-luka,” ujarnya.
Hingga kini, kerugian materil tercatat, sebanyak 150 unit rumah Rusak Ringan (RR), 110 unit rumah Rusak Sedang (RS), 95 unit rumah Rusak Berat (RB). Kemudian, 3 unit jembatan RS, 3 unit jembatan RB, 1 sarana Kesehatan RS, dan 27 titik jalan terdampak serta 16 titik jembatan lainya juga ikut terdampak.
Sebagai langkah percepatan penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi, Dinas PUPR telah menurunkan alat berat. Adapun kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, alat kebersihan dan hygiene kit masih dibutuhkan para pengungsi terutama yang sedang mengungsi secara mandiri.
Kondisi mutakhir hingga kini banjir dinyatakan telah surut total. Adapun kondisi terkini terkait bencana tanah longsor, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan tiga kecamatan yang masih dalam masa tanggap darurat. Terdiri dari Kecamatan Plabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong.
Sejalan dengan keputusan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan aktivasi tiga posko darurat, yang pertama Pos Utama yang terletak di Pendopo Kabupaten Sukabumi, yang kedua Pos Lapangan yang terletak Pelabuhan Ratu, dan yang ketiga Pos Logistik yang terletak di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi
Upaya penanganan terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, Polri serta semua unsur terkait.
“BNPB sebagai Leading sector, masih melakukan pendampingan sebagai upaya percepatan penangan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.(red)
Daftar nama korban tewas :
1. Eneng Sabiti (P/40th)
2. SNA (P/8th)
3. NS (P/7th)
4. Ooy (L/69th)
5. Yayar (L/70th)
Daftar nama korban dalam pencarian:
1. Drajat (L/60th)
2. Siti Maryam (P/35th)
3. AF (L/9th)
4. M (L/9th)



