- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Safari Ramadan 1446 Hijriah Digelar di Makodam II/Sriwijaya, Bersama Forkopimda, BUMN, BUMD dan Tokoh Masyarakat
PALEMBANG, SIMBUR – Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, MDA diwakili Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi M, S.Sos., M.Si., memimpin kegiatan Safari Ramadan 1446 H bersama Forkopimda, BUMN, BUMD dan tokoh masyarakat. Kegiatan bertempat di Masjid Raudhatul ‘Ulum Makodam II/Sriwijaya Palembang, Selasa (4/3).
Kegiatan Safari Ramadan bersama Forkopimda, BUMN, BUMD dan Tokoh Masyarakat serta segenap Prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya. Dilanjutkan dengan Tarawih dan ditutup dengan Witir.
Dalam sambutan Pangdam II/Sriwijaya yang dibacakan oleh Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang dari Pangdam kepada seluruh tamu undangan di Makodam II/Sriwijaya. “Semoga kehadiran kita akan lebih mempererat tali silaturahmi, sehingga semakin memperkokoh soliditas, Sinergitas dan bahu membahu untuk menciptakan Sumsel yang aman, ” ujarnya.
Ia mengajak agar ibadah puasa Ramadan dapat dijadikan sebagai momentum untuk Muhasabah dan evaluasi diri untuk memperteguh keimanan menjadi lebih baik. “Marilah kita jadikan ibadah Puasa Ramadan sebagai momentum untuk ber muhasabah atau mengevaluasi diri, serta memperteguh niat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Ustaz K.H. Agok Syarifuddin, dalam tausiahnya menyampaikan tentang Fadhilah dan Rahmatullah. “Dua hal yang lebih besar dari pada dunia dan Isinya adalah Fadhilah dan Rahmatullah,” kata Ustadz Agok Syarifuddin.
Ustaz Agok juga mengatakan bahwa di bulan Ramadan ini agar bersegera mencari ampunan dari Allah swt, karena Ramadhan adalah bulan yang penuh pengampunan dari Allah swt. “Seandainya umat manusia mengetahui pahala ibadah di bulan Ramadan, maka niscaya mereka akan meminta agar satu tahun penuh menjadi Ramadan,” ungkapnya.(red/rel)



