- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Menjaga Jurnalisme di Era Digital, Memperkuat Demokrasi
Tribuana Said: Wartawan Harus Memperkuat Cita-cita Penggerak Kemerdekaan
Tribuana Said, seorang tokoh pers nasional dan senior Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menegaskan pentingnya peran wartawan dalam memperkuat cita-cita sebagai penggerak kemerdekaan. Dalam pidatonya, Tribuana mengingatkan bahwa pers Indonesia telah melalui perjalanan panjang, dengan sejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan.
“Saya berharap organisasi kita terus dapat melakukan kegiatan yang mengarah pada perbaikan dunia pers. Perkembangan digitalisasi jangan sampai menyebabkan kemunduran bagi pers Indonesia, karena pentingnya peran media massa adalah pegangan kita. Dari forum ini, saya harap kita dapat mencapai kesepakatan dengan serius,” ujar Tribuana dengan penuh semangat.
Dia menambahkan bahwa sejarah pers nasional adalah bagian integral dari perjuangan bangsa untuk kemerdekaan. Pada masa-masa awal kemerdekaan, banyak wartawan yang terlibat langsung dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan Belanda. “Wartawan bukan hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjadi pejuang yang turut memperjuangkan kemerdekaan,” katanya.
Tribuna juga mengingatkan bahwa PWI memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “PWI harus tetap solid dan tidak boleh tercerai-berai, karena keberadaannya sangat penting dalam membentuk arah dan kualitas pers nasional,” tegasnya.
Pernyataan Tribuana juga menyoroti pentingnya untuk terus menghargai perjuangan para pahlawan nasional yang telah membangun fondasi bangsa, termasuk peran besar wartawan yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan. “Kita harus selalu ingat perjuangan yang dimulai sejak 1928, yang melahirkan Budi Utomo, banyak di antaranya digerakkan oleh para penulis dan wartawan. Harapannya, para tokoh pers masa kini dapat melanjutkan perjuangan itu dengan memperkuat cita-cita wartawan sebagai penggerak kemerdekaan dan pergerakan bangsa,” tambah Tribuana.
Sarasehan Media HPN Riau menjadi momentum penting dalam mempererat solidaritas antar wartawan serta menyadarkan semua pihak akan pentingnya menjaga integritas dan independensi pers. Forum ini juga menjadi ajang untuk mengupayakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.(red/rel)



