- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Beri Sumbangan untuk Siswi SD yang Bawa Pulang Nasi Makan Siang Gratis
PALEMBANG, SIMBUR – Seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 166 Palembang, DS (10), pasca tidak mau menyantap nasi, program uji coba makan siang gartis Polda Sumsel yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Tapi memilih membawanya pulang, justru videonya ramai ditonton, hingga nyaris 40 ribu like, di akun media sosial.
Sebuah bedeng kecil, satu bulan sewanya Rp 600 ribu. Terletak di pinggir kali, Jalan Maju Jaya, RT 02/2, kawasan Balayudha, Lorong Harapan Jaya Kelurahan Ario Kemuning, Kemuning, menjadi tempat tinggal DS bersama ibunya Suryati (50) dan keluarganya.
Suryati menceritakan keseharian bekerja serabutan, jadi single parent, ayah DS tadinya buruh panggul di pasar, meninggal setahun yang lalu karena sakit. “Ayuk panggilan DS, datang ke tempat gawean, waktu Senen (18/11) sehabis bagi nasi di sekolah. Mamak ayo pulang, ayuk dapat nasi. Lihat dulu, Ayuk dapat nasi banyak, 4 kotak. Nanti nak, Mamak selesaikan pekerjaan. Jadi Ayuk nunggu ibu pulang, belum makan. Jadi barulah makan barengan,” ungkap Suryati.
Tiga hari kemudian, lanjut Suryati kakaknya kasih tahu sama ibu. Katanya adek, tapi ibu jangan nangis. “Waktu dilihat, video adek sudah rame di Instagram. Ayuk bilang, ingat ayah sudah meninggal, waktu ditanya ibu Polwan yang kasih nasi di sekolah,” timpalnya sambil berlinang air mata.
“DS ini bungsu dari 3 bersaudara, kalau ke sekolah jalan kaki sekitar 20 menit. Dia siswi kelas 4 SD Negeri 166 Ario Kemuning. Alhamdulilah ada bantuan juga datang. Terimakasih banyak,” ungkapnya kembali.
Suryati mengaku tidak mengalami mimpi atau firasat apa pun, sebelum kejadian dialami putri bungsunya itu. “Tidak ada mimpa apa itu, ya hanya setiap malam berdoa dek, nangis tiap malam. Ibu berat nian nanggung sendirian keluarga. Terasa sekali. Setelah ayah DS meninggal setahun lalu. Kalau ayah DS masih ada kan beban masih bisa dibagi, jadi lebih ringan,” tukas Suryati.
Ketua PW Ikatan Wartawan Online atau IWO Sumsel Rainaldy Stanza memberikan sejumlah uang sebagai bentuk tali asih atau keperdulian, dengan datang menyambangi langsung bedeng kecil yang menjadi tinggal DS tersebut.
Menurut Rainaldy Stanza, rasa bentuk keperdulian ini, setelah melihat cerita Devi Saputri, yang diinisiasi Ketum IWO pusat Teuku Yudhistira Adi Nugraha MI Kom. “Setelah Teuku Yudhistira, melihat video Devi Saputri di Instagram, langsung menginstruksikan saya, untuk mencari alamat tempat tinggal DS ini. Alhamdulilah berkat bantuan rekan – rekan di Palembang ketemulah rumahnya,” ujar Rainaldy.
Rainaldy Stanza melanjutkan, sehingga pemberian keperdulian ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi DS sekeluarga.
“Ini wujud dari rasa IWO perduli, mudah – mudahan bisa bermanfaat buat Devi dan ibu sekeluarga, mohon jangan dilihat nilianya. Dan mohon doanya juga, kita semua diberi kesehatan dan kelancaran dalam bekerja,” tukas Rainaldy Stanza. (nrd)



