- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Angin Kencang Disertai Hujan Deras Sapu Bogor, Dua Tewas dan Empat Terluka
JAKARTA, SIMBUR – Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dilanda angin kencang disertai hujan deras pada Senin (2/9) sore. Insiden ini menyebabkan ambruknya gudang peralatan untuk kolam budidaya ikan hias di Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, sekitar pukul 17.30 WIB.
“Bencana ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka,” ungkap Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (3/9) lalu.
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, korban meninggal dunia dalam kejadian ini adalah Pendi (45 tahun) dan Wanto (40 tahun). Sementara itu, korban luka-luka yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Leuwiliang adalah Deni Imam Taufik (26 tahun), Dwi Waluyo (38 tahun), Suyoto (42 tahun), dan Imam (44 tahun). “Upaya evakuasi dan perawatan terhadap korban yang terluka terus dilakukan oleh pihak berwenang,” ujarnya.
Muhari menambahkan, BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dengan aparatur setempat dan melaksanakan penanganan bencana. BPBD juga telah melakukan kaji cepat dan analisis di lokasi kejadian serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Untuk memastikan keamanan dan penanganan bencana, pemasangan police line juga dilakukan di area kejadian.
“Jenazah korban yang meninggal telah diangkut menggunakan dua unit mobil ambulans ke kampung halaman mereka untuk dimakamkan,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Bogor juga memastikan bahwa kerugian materiil berupa gudang yang rusak berat menjadi fokus utama dalam penanganan bencana ini. Masyarakat Kabupaten Bogor diimbau untuk selalu memperhatikan peringatan dini dan mengikuti himbauan dari pihak berwenang.(red)



