- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Empat Desa di Muara Enim Terendam Banjir, 6.605 Jiwa Terdampak
JAKARTA, SIMBUR – Sebanyak 6.605 orang terdampak banjir yang merendam empat desa dan dua kelurahan di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (21/5). Merujuk laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (23/5) pukul 12.45 WIB, kondisi mutakhir ketinggian muka air saat ini masih berada pada kisaran 40 sentimeter hingga dua meter.
Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, banjir tersebut terjadi lantaran dipicu oleh hujan dengan intensitas yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya air di Sungai Enim. Adapun keempat desa yang terdampak di antaranya Desa Keban Agung, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Desa Lingga, Desa Tegarejo, Kelurahan Tanjung Selatan, dan Desa Darmo, di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.
“Hingga saat ini pendataan sementara yang dilakukan oleh BPBD setempat menyebut sebanyak 1.237 kepala keluarga (KK) terdampak. Dengan kerugian materil 1.237 unit rumah terendam banjir serta akses jalan yang masih belum bisa dilewati,” ungkap Muhari.
BPBD Kabupaten Muara Enim masih terus melakukan pendataan bersama instansi terkait. Selain itu, guna melakukan respon, tim gabungan juga melakukan evakuasi dan penanganan dengan menyisir daerah terdampak banjir untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir menggunakan perahu karet.
Saat ini Posko Penanganan Darurat Sementara sudah didirikan yang berlokasi di halaman Masjid As Sada, Kelurahan Pasar Tanjung, Kecamatan Lawang Kidul. “Tim gabungan pun dilaporkan sudah mulai memberikan bantuan logistik berupa permakanan dan kebutuhan lainnya,” pungkasnya.(red)



