- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gunung Ibu Naik Status Awas, Warga Dievakuasi ke Tempat Aman
JAKARTA, SIMBUR – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan informasi. Terkait meningkatnya aktivitas Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari Level III (Siaga). Statusnya naik menjadi Level IV (Awas) pada Kamis (16/5) pukul 15.00 WIT.
Abdul Muhari, PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, merespon hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera bahu membahu bersama tim gabungan langsung menuju ke lokasi terdampak untuk memberikan masker tambahan kepada masyarakat. “Di samping mendirikan tenda yang akan digunakan para warga yang mengungsi,” ujar Muhari.
Pendataan sementara yang berhasil dihimpun hingga Jumat (17/5) pukul 06.30 WIB, tim gabungan telah mengungsikan sebanyak 263 jiwa warga di tiga desa. “Saat ini para warga telah berada di pengungsian Desa Gam Ici dengan rincian 72 jiwa berasal dari Desa Goin, 61 jiwa dari Desa Sangaji Nyeku dan 130 jiwa dri Desa Duono,” ujarnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Gunung Ibu. Jika terjadi hujan abu masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker. Masyarakat juga diimbau agar mewaspadai potensi hujan lahar di sungai – sungai yang memiliki hulu pada puncak Gunung Ibu. “Warga tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak yang berwenang,”terangnya.
Sementara itu, BNPB menerjunkan tim guna mendukung percepatan penanganan darurat bencana yang ditimbulkan atas dampak erupsi Gunungapi Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Tim yang dipimpin Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB (Deputi 5) Lilik Kurniawan ini tiba di Kabupaten Halmahera Barat pada hari ini, Jumat (17/5), atas perintah Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M yang berhalangan hadir karena masih berada di Sumatera Barat sejak Senin (13/5), guna memastikan penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin Gunungapi Marapi berjalan dengan baik.
Kehadiran Deputi 5 BNPB di Halmahera Barat ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah pusat dalam mendukung pemerintah daerah setelah sehari sebelumnya status Gunungapi Ibu dinaikkan menjadi level IV atau ‘Awas’ oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Setibanya di Halmahera Barat, Deputi 5 BNPB langsung menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Halmahera Barat James Uang, Sekda Halmahera Barat, M Syahril Abd Radjak, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Wawan Gunawan, termasuk Dandim 1501, Kapolres Halmahera Barat dan jajaran forkopimda lainnya.
Dalam rapat tersebut, Lilik mengatakan bahwa BNPB akan turut mendampingi pembentukan posko tanggap darurat. Hasil keputusan dalam rapat itu, tongkat komando penanganan darurat ini dipercayakan kepada Dandim 1501, Kolonel Arm. Adietya Yuni Nurtono. Dengan keputusan ini, maka seluruh unsur forkopimda diharapkan dapat segera bersinergi dalam satu pintu komando untuk segala upaya penanganan bencana.
“BNPB juga akan melakukan pendampingan kepada pemda Halmahera Barat untuk percepatan penanganan darurat. Tadi sudah diputuskan, yang akan memimpin nanti Pak Dandim,” jelas Lilik.
Pada kesempatan itu, Deputi 5 BNPB dan jajaran pemda Halmahera Barat mengunjungi dua lokasi pengungsian yang berada di Desa Tonguti Ternate yang terdapat 600 jiwa. Di lokasi tersebut, segala fasilitas dan kebutuhan dasar warga terdampak sudah cukup terpenuhi, termasuk dapur umum yang dioperasikan oleh Dinas Sosial bersama warga setempat. “Tadi di Desa Tonguti kita sudah lihat cukup baik. Di sana sudah ada dapur umum. Semua sudah mulai lengkap,” kata Lilik.
Kemudian di lokasi kedua yakni Desa Dam Ici, Lilik menyempatkan diri untuk berdialog bersama beberapa warga pengungsi. Di sana ada kurang lebih 200 jiwa dan sudah menempati beberapa tenda mulai dari BNPB, Dinas Sosial, TNI dan Polri.
“Di lokasi kedua kami sudah melihat bahkan ada fasilitas kesehatan yang dioperasikan oleh tenaga-tenaga dari Puskesmas. Mereka melayani secara bergantian,” jelas Lilik.
Pada kunjungan di hari pertama ini, Deputi 5 BNPB juga menyambangi Pos Pengamatan Gunungapi Ibu yang berada di Desa Gam Ici. Dari pos itu, Lilik mendengar penjelasan terkait aktivitas vulkanik Gunungapi Ibu yang masih sering erupsi dan memuntahkan kolom abu dengan ketinggian yang bervariasi hingga 5.000 meter dari puncak.
Mengingat status Gunungapi Ibu telah naik menjadi level IV atau ‘AWAS’, maka PVMBG merekomendasikan agar wilayah radius 4 kilometer dengan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif harus dikosongkan dari segala bentuk aktivitas apapun.
Pada radius sektoral dengan jarak 7 kilometer yang disebutkan, masih ada permukiman penduduk Desa Tuguis. Tim gabungan dari pemda Halmahera Barat tengah melakukan sosialisasi terhadap warga yang masih tinggal di sana agar direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Dalam upaya ini, Bupati Halmahera Barat akan turun langsung melakukan sosialisasi ini dengan pendekatan secara kekeluargaan.
“Tim dari pemda akan kembali melakukan sosialisasi persuasif kepada warga Desa Tuguis. Karena wilayah mereka berada di zona rawan. Nanti Pak Bupati akan turun langsung ke lapangan,” kata Lilik.
Selanjutnya, esok hari atau Sabtu (18/5), BNPB akan mengirimkan Tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) untuk mendukung pengelolaan data termasuk pendampingan posko media center sebagai diseminasi informasi kedaruratan bencana.(red)



