Cik Ujang Klaim Dapat Restu Mercy dan Dipinang Herman Deru, Harnojoyo Didesak Gandeng Partai Lain atau Ditinggalkan Mawardi Yahya

PALEMBANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumsel, Cik Ujang telah mengklaim dirinya telah mendapat restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Menjadi pendamping Herman Deru saat Pilgub Sumsel 2024. Hal itu diungkapkan mantan Bupati Lahat, saat mengembalikan formulir di DPW Nasdem Sumsel belum lama ini. Dia mengatakan, dua kader Demokrat yang sudah mendaftar bahkan mendeklarasikan maju di Pilgub Sumsel harus kandas.

“Iya dari kader Demokrat memang ada dua calon lain yang ingin maju Pilkada Sumsel. Saya sebagai Ketua DPD Demokrat Sumsel (juga maju di Pilgub Sumsel). Demokrat tentunya mengutamakan kader utama terlebih dahulu,” ujar Cik Ujang usai mengembalikan formulir di DPW NasDem Sumsel, Selasa (7/5) lalu.

Klaim Cik Ujang ditanggapi dingin oleh salah satu tim Mawardi-Harnojoyo, Edwar Jaya. Dia menilai klaim dukungan dari DPP Demokrat dianggap sah-sah saja. Namun kepastian itu akan terjawab dari surat resmi dari DPP Demokrat. “Surat dari DPP Demokrat saat ini terkait mendukung siapa, belum ada. Semua keputusan ada di DPP tapi surat resminya memang belum ada,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya saat ini tetap fokus dan optimis pasangan Mawardi-Harnojoyo mendapat dukungan resmi dari DPP Demokrat. “Masih berusaha. Belum ada tertulisnya. Kami fokus saja. Tentunya tetap optimis,” ucapnya.

Hingga berita ini disiarkan, Harnojoyo belum berhasil terkonfirmasi. Meski demikian, Mawardi Yahya membantah isu keretakan dengan Harnojoyo yang sebelumnya sudah dideklarasikan pasangan di Pilgub Sumsel nanti.

Terkait dukungan partai Demokrat, Mawardi menyerahkan hal itu kepada Harnojoyo. Termasuk kemungkinan untuk membawa partai lain bergabung dengan koalisi pada Pilgub nanti. “Sebenarnya tidak bubar. Lihat saja nanti. Kami serahkan kepada Harnojoyo. Beliau boleh membawa partai lain. Itu kalau bisa. Namun, jika tidak bisa, ya mau tidak mau, kami cari yang lain,” kata Mawardi, Kamis (9/5).

Keraguan terhadap klaim Cik Ujang terbilang wajar saja. Sebab, surat resmi dari DPP perihal penunjukkan tersebut tidak secara gamblang ditampilkan. Apalagi belum ada statemen resmi dari pihak DPP Demokrat yang menguatkan Cik Ujang telah mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju di Pilgub Sumsel mendampingi Herman Deru.

Pengamat Politik Ade Indra Chaniago mengatakan klaim tersebut masih belum final karena hal itu harus dibuktikan dengan surat resmi dukungan dari DPP Demokrat. “Saya juga tidak yakin karena surat resmi itu belum ada. Bisa saja itu klaim sepihak. Risikonya terlalu mahal kalau mereka berani mengklaim statement ketua umum,” ujarnya.

Kendati demikian, Akademisi Stisipol Chandradimuka itu menilai agak berat bagi kader Demokrat lainnya yang juga maju dalam kontestasi tersebut. Hal itu dikarenakan posisi Cik Ujang masih memegang Ketua DPD Demokrat Sumsel.

“Artinya skala prioritas tentunya pengurus partai, karena posisi beliau diuntungkan. Saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Demokrat. Hal itu tentunya berdampak terhadap akses dan kemudahan untuk komunikasi dengan ketua umum partai,” jelasnya.

Pemerhati politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar mengungkapkan, agak sulit menafsirkan jika Cik Ujang belum mendapatkan restu dari DPP Demokrat. Mengingat posisi mantan Bupati Lahat itu masih menjabat Ketua DPD Demokrat. “Memang secara resminya belum ada surat itu, tapi itu sudah bisa dibaca karena memang Cik Ujang sebagai Ketua DPD Demokrat. Jadi aneh kalau dia ini tidak dapat restu dari DPP,” katanya.

Kendati demikian, Bagindo tidak menampik jika surat resminya merupakan finalisasi dari keputusan DPP Demokrat nantinya. “Memang finalnya nanti surat resmi dari DPP. Bisa saja hal itu terjadi last minute. Tergantung dinamika politik nanti berubah atau tidak,” jelasnya. (rel/smsi)