- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
“Bintang Kejora” Meledak di Sungai Musi, Nakhoda Tewas
PALEMBANG, SIMBUR – Peristiwa kapal meledak terjadi Senin (1/4/24) sore kapal jukung Bintang Kejora dengan jumlah POB 4 orang bermuatan minyak, jenis pertalite dan solar, tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBB Apung 3-4 Ulu, Palembang.
Setelah mengisi BBM, kapal jukung masih bersandar di SPBB Apung hingga malam hari. Tiba-tiba sekitar pukul 21.15 WIB kapal jukung meledak dan terbakar. Mengakibatkan 2 orang crew atas nama Dedi (32) dan Krisno (22/) mengalami luka bakar serius hingga kritis. Kemudian satu orang lagi, nakhoda kapal Askolani (60) meninggal dunia. Serta orang lagi, atas nama Endut (27) hilang di Sungai Musi.
Kepala Basarnas Palembang Raymond Konstantin SE didampingi Kasubsi Operasinya Manca Rahwanto SE mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi kejadian tersebut pada Selasa dini hari (2/04) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Berbekal informasi tersebut Raymond langsung memerintahkan satu team Rescue Kantor Badarnas Palembang lengkap dengan peralatan SAR Air berangkat menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban.
Tim Sar gabungan lakukan pencarian terhadap endut (25) warga Jalur 13 Kabupaten Banyuasin, ABK Kapal jukung yang hilang. Akibat kapal jukungnya meledak dan terbakar di Sungai Musi tepatnya dikawasan 3-4 Ulu, Sekanak Palembang.
Pencarian hari Selasa (2/04) sudah kita mulai sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi, bersama dengan potensi Sar seperti TNI AL, Polairud, KSOP, Damkar, PMI, Nelayan dan Masyarakat. Metode pencarian kita lakukan dengan melakukan penyisiran permukaan sungai. Semoga dengan banyaknya potensi SAR yang terlibat dan berbagai upaya yang kita lakukan, korban dapat segera kita temukan pungkas Raymond. (nrd)



