- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Lebih Rendah dari Permukaan Laut akibat Penurunan Tanah, Sedot Banjir dengan Pompa Air
# Presiden Sampaikan Pesan Belasungkawa melalui Kepala BNPB
SEMARANG, SIMBUR – Banjir di Kota Semarang perlahan mulai surut. Akan tetapi, di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi wilayah yang hingga hari ini masih tergenang banjir akibat dampak cuaca ekstrem sejak Rabu (13/3) lalu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., mengatakan, menurut masyarakat setempat, wilayah Kelurahan Trimulyo memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahun. Jika sudah banjir, maka genangan air akan lama surut.
Hasil analisis Badan Geologi, hal itu disebabkan karena wilayah tersebut berada di bawah permukaan laut. Artinya daratannya lebih rendah dari permukaan laut karena dipengaruhi fenomena penurunan tanah atau land subsidence. Menurut Kepala BNPB, ketika daerah itu tergenang air, maka satu-satunya solusi adalah menyedot genangan menggunakan bantuan pompa.
“Ini kan lebih rendah dari laut. Tentu saja kalau dibiarkan kan tidak bisa airnya keluar sendiri. Harus disedot menggunakan pompa,” kata Suharyanto saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/3).
Letjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan operasional pompa penyedot air yang disiagakan untuk menguras genangan banjir. Didampingi Wali Kota Semarang, Hj Havearita Gunaryati, Dandim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf. Rahmad Saerodin dan Kapolresta Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar. Rombongan menaiki perahu karet karena memang lokasinya masih tergenang banjir.
Kepala BNPB beserta rombongan melihat bagaimana pompa air milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu dapat dioperasikan secara maksimal. Melihat pengoperasian pompa tersebut, Kepala BNPB memberikan apresiasi atas sinergi yang baik antar lintas instansi dalam upaya menanggulangi bencana banjir secara bersama-sama.
“Saya kira ini sudah bagus ya. Artinya sinergi lintas instansi dalam upaya penanggulangan bencana sudah kita lihat dapat bersinergi dengan baik,” kata Suharyanto.
Sebelumnya, Kepala BNPB telah menyerahkan bantuan logistik dan peralatan kepada warga Kelurahan Trimulyo yang masih bertahan di pengungsian Masjid Jami Baitul Mannan. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Kepala BNPB bersama Wali Kota Semarang dan diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir.
“BNPB membawa bantuan berbagai jenis, utamanya adalah untuk kebutuhan dasar para pengungsi. Saat tanggap darurat ini Semarang bisa terkendala dengan baik. Khususnya penanganan pengungsi,” imbuhnya.
Adapun jenis bantuan serta jumlahnya meliputi sembako 500 paket, makanan siap saji 500 paket, biskuit protein 500 paket, hygiene kit 500 paket, sabun cair 1008 botol, selimut 500 lembar, matras 500 lembar, veltbed 100 unit, kasur lipat 100 unit, pompa alkon 10 unit, pempers 100 paket, lampu solar panel 2 unit, tenda keluarga 100 unit, tenda pengungsi 2 unit, perahu karet beserta mesin 1 unit, chain saw 2 unit dan mobil dapur umum 1 unit.
Kunjungan kerja di Kota Semarang merupakan bagian dari giat maraton yang dilakukan Kepala BNPB dalam upaya memberikan dukungan kepada pemerintah daerah maupun masyarakatnya. Sebelumnya, Kepala BNPB juga telah menyambangi lokasi terdampak di Kabupaten Kendal guna memastikan penanganan darurat bencana banjir di sana dapat berjalan secara maksimal.
Kepala BNPB dijadwalkan akan melanjutkan etape penanggulangan bencana banjir wilayah Jawa Tengah esok hari, Senin-Selasa (18-19/3) di wilayah lain seperti Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Grobogan.
Tinjau Lokasi Banjir di Kendal
Sebelumnya, Kepala BNPB mengunjungi lokasi terdampak banjir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (17/3). Kunjungan tersebut merupakan giat maraton yang dilakukan Kepala BNPB untuk memastikan upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan sebaik mungkin.
Adapun lokasi yang dikunjungi Kepala BNPB di Kabupaten Kendal adalah Perumahan Perumahan Griya Praja Mukti, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal. Setibanya di lokasi, Kepala BNPB disambut oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan dan jajaran forkopimda Kabupaten Kendal.
Di lokasi tersebut, Kepala BNPB bersama rombongan berjalan menyusuri wilayah perumahan yang masih terendam banjir dengan tinggi muka air antara 25-30 sentimeter. Kondisi yang terpantau, genangan sudah berangsur surut dibandingkan hari sebelumnya.
“Alhamdulillah hari ini relatif sudah surut. Tadi penjelasan Bupati katanya ada yang ketinggian satu meter. Tapi sekarang rata-rata sudah di bawah lutut,” ungkap Suharyanto.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPB juga melakukan dialog bersama masyarakat untuk menyerap aspirasi sebagai evaluasi dalam penanggulangan bencana di Kendal. Kepada masyarakat, Kepala BNPB menitipkan pesan belasungkawa dari Presiden Joko Widodo atas bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem dan gangguan di atmosfer serta dampak tidak langsung dari adanya bibit siklon di Samudera Hindia bagian selatan Indonesia.
Menurut Kepala BNPB, Kehadirannya di Kendal juga merupakan atas perintah Presiden Joko Widodo untuk memastikan segala kebutuhan dasar warga terdampak dapat dipenuhi. “Presiden menyampaikan pesan belasungkawa atas bencana banjir ini. Kami BNPB diperintah oleh Presiden untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat harus diperhatikan,” kata Kepala BNPB.
Atas arahan Presiden, BNPB memberikan bantuan logistik maupun peralatan berupa sembako 300 paket, makanan siap saji 300 paket, biskuit protein 300 pak, hygiene kit 300 paket, sabun cair 1008 botol, selimut 300 lembar, matras 300 lembar, velt bed 25 unit, pompa alkon 10 unit, lampu solar panel 2 unit, tenda keluarga 50 unit, tenda pengungsi 2 unit, perahu karet beserta mesin 1 unit dan perahu polythielin 1 unit.
Pemberian bantuan itu dilakukan secara simbolis oleh Kepala BNPB bersama Bupati Kendal kepada warga terdampak di halaman kantor Kelurahan Pekauman, Kecamatan Kendal.
Operasi TMC
Lebih lanjut, Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penanggulangan bencana. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mengurangi dampak risiko bencana yang masih menjadi ancaman.
“Kami juga mengupayakan Teknologi Modifikasi Cuaca. Sudah mulai kemarin. Mudah-mudahan dengan TMC ini curah hujan segera bisa kita kendalikan,” ujar Suharyanto.
Di samping itu, Kepala BNPB juga memastikan bahwa penanganan bencana ini tidak berhenti hanya pada fase tanggap darurat saja. Pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga masa transisi pemulihan, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pada fase pascabencana. “Pada fase pascabencana beberapa infrastruktur yang mungkin kita akan perbaiki,” pungkas Suharyanto.(red)



