- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Tinjau Banjir di Sumsel, Pj Gubernur Ingatkan Warga Jaga Kesehatan dan Keamanan Lingkungan
# Di Muara Enim, Muratara, dan Muba
PALEMBANG, SIMBUR – Penjabat (Pj) Gubernur Agus Fatoni akhirnya meninjau sejumlah titik lokasi banjir di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Di antaranya di Kabupaten Muara Enim, Musi Rawas Utara, dan Musi Banyuasin. Pj Gubernur juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
Agus meninjau banjir di Desa Danau Rata, Sungai Rotan, Muara Enim, Jumat (19/1). Dia mengecek dan memastikan kelengkapan posko banjir serta menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya logistik dan obat-obatan guna meringankan beban masyarakat.
“Jika ada bencana, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota meninjau langsung ke lapangan melakukan pendataan, kemudian juga memberikan bantuan, memberikan pertolongan menjadi baik itu peralatan makanan, pakaian, kemudian juga tenaga medis,” kata Fatoni.
Fatoni mengatakan Pemprov Sumsel bersama instansi lainnya, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BUMN, BUMD serta masyarakat bergotong royong mengumpulkan bantuan guna membantu masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumsel. “Maka kami datang untuk bisa bersilaturahmi, hari ini kami membagikan bantuan hampir 8 ton beras, kemudian sembako 570 paket, matras ada 50 lembar, makanan siap saji 70 paket, biskuit dan bahan medis, selimut serta makanan siap saji yang lainnya ada 500 paket,” ucap Fatoni.
Fatoni menyebut bantuan yang diserahkan sebagian sudah disalurkan sebelumnya merupakan bentuk kepedulian nyata dari Pemerintah. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah bencana banjir. “Mudah-mudahan semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tuhan Yang Maha Kuasa, mudah-mudahan kita juga selalu sehat, jaga terus kesehatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Muara Enim Ahmad Rizali menyebut terdapat 10 Kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Muara Enim. Di antaranya Kecamatan Muara Enim, Kecamatan Ujan Mas, Kecamatan Benakat, Kecamatan Gunung Megang, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kecamatan Sungai Rotan, Kecamatan Lembak Enam, Kecamatan Gelumbang dan Kecamatan Muara Belida. “Dari 10 kecamatan tersebut terdiri dari 73 desa, dengan total 15.270 KK yang terdampak,” jelas Rizali.
Selain itu lanjut Rizali, terdapat 2 kecamatan yang mengalami tanah longsor, yaitu Kecamatan Semende Darat Ulu dan Kecamatan Semende Darat Tengah dengan 4 titik longsoran. Dampak banjir tersebut mengakibatkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan, di antaranya tiga unit jembatan rusak, yaitu jembatan gantung putus di Kecamatan Belimbing dan di Kecamatan Empat Petulai Dangku sedangkan satu unit jembatan beton rusak parah di Kecamatan Benakat termasuk satu unit rumah roboh di Desa Pagar Dewa Kecamatan Benakat.
Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor. “Kita juga telah melakukan evakuasi dan mendirikan tenda pengungsi untuk masyarakat yang terdampak banjir bersama dengan TNI,” tandasnya.
Pada hari yang sama, usai meninjau banjir di Kabupaten Muara Enim, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni kemudian meninjau lokasi banjir yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Melalui kesempatan ini, Fatoni melihat dari dekat masyarakat terdampak dan Posko Induk Penanggulangan Bencana Banjir yang telah didirikan oleh Pemeritah Daerah (Pemda) setempat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di sekitar bantaran Sungai Rawas, Kecamatan Ulu, Kabupaten Muratara.
Fatoni juga secara langsung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak banjir. Di antaranya, 7.750 kilogram beras, 570 paket sembako, 50 lembar matras, 70 paket makanan siap saji, 500 paket biskuit, peralatan medis dan obat-obatan. “Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi. Kami hadir di sini untuk melihat lebih dekat keadaan yang ada di sini. Apa yang terjadi di Muratara ini ikut kami rasakan,” ucap Fatoni.
Fatoni menyebut sejak awal mendapat informasi banjir di Kabupaten Muratara, selaku Pj Gubernur terus melakukan pemantauan dan monitoring jarak jauh melalui alat komunikasi dengan Bupati Muratara Devi Suhartoni. “Saya monitor terus keadaan banjir di Muratara ini dan Pak Bupati juga laporan terus,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, sejak awal Fatoni juga bergerak cepat dalam penanganan banjir dengan menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan untuk segera mengirimkan bantuan ke Muratara.
“Bantuan telah kita berikan sejak awal begitu mendengar kabar bencana dari Muratara. Bantuan tersebut berupa bantuan pangan, pakaian, peralatan termasuk juga tim dari tenaga medis dan tim reaksi cepat dari BPBD Sumsel. Ini semua adalah upaya kita dalam menghadapi bencana yang ada di Sumsel,” jelas Fatoni.
Kemudian, Fatoni juga mengajak dan menghimbau masyarakat di sekitar aliran Sungai Rawas Kecamatan Rawas Ulu untuk bersama-sama melakukan antisipasi banjir secara dini di antaranya dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Dia berharap masyarakat bersama Pemerintah Daerah terus melakukan gotong royong, bahu-membahu dalam menghadapi bencana.
“Saya mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama mengantisipasi banjir dengan cara menjaga lingkungan sekitar, jangan ada yang tersumbat, kelola sampah dengan baik, hindari membangun rumah di pinggir sungai, buat sumur resapan dan lakukan reboisasi pohon setelah menebang pohon,” ucap Fatoni.
“Kita harus siap kapan saja, ketika bencana datang kita perlu antisipasi sejak awal dan juga harus siap menghadapi ketika sudah terjadi bencana. Ini akan kita lakukan terus menerus secara gotong royong antara Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten dan Kota,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Muratara Devi Suhartoni atas nama masyarakat berterima kasih kepada Pj Gubernur dan jajaran yang telah membantu masyarakat Muratara yang terdampak banjir. “Terima Kasih kepada Pak Gubernur yang telah merespon dengan cepat memberikan bantuan. Saat dihubungi melalui telepon beliau selalu merespon dengan baik,” ungkapnya.
Sebagai informasi terdapat enam Kecamatan di Muratara yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Ulu Rawas, Rawas Ulu, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ilir dan Rupit. Sebanyak 57 desa terdampak banjir tersebut yang mengakibatkan 6 jembatan terputus. Namun, Devi menegaskan saat ini kondisi banjir di Kabupaten Murata kian hari semakin surut.
Selanjutnya, Agus Fatoni meninjau sekaligus memberikan bantuan ke lokasi banjir di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tepatnya Desa Teluk Kijing 1 dan Tanjung Agung Barat. Fatoni bahkan mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumah warga menggunakan perahu karet. “Kami juga datang memberikan sedikit bantuan semoga bisa meringankan apa yang menjadi kebutuhan Bapak dan Ibu sekalian,” jelas Fatoni di Posko Penanggulangan Bencana Banjir Desa Tanjung Agung Barat, Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin.
Bantuan ini terdiri dari 2.750 kilogram beras, 670 paket sembako, 50 lembar matras, 520 paket makanan siap saji, 200 lembar selimut, 100 tenda gulung, 100 paket baju bayi, 180 paket baju anak, 100 kotak biskuit dan peralatan medis juga obat-obatan. Selain itu, bantuan lainnya berupa 50 dus mi instan, 500 paket lauk pauk siap saji, 100 liter minyak goreng, 250 paket pembalut wanita dan kebutuhan lain untuk ibu hamil dan balita. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa diberikan secara terus-menerus untuk bersama-sama mengatasi dan menangani serta meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” jelas Fatoni.
Bantuan tersebut berasal dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bank Sumsel Babel (BSB), sejumlah perusahaan di Sumsel juga masyarakat. Selain bantuan yang diberikan kali ini, Pemprov Sumsel juga sebelumnya telah menyalurkan bantuan secara bertahap kepada sejumlah daerah terdampak banjir di Sumsel seperti di Kabupaten Muratara dan juga Kabupaten Muaraenim.
Fatoni juga tak lupa menhimbau warga untuk menjaga lingkungan serta selalu siaga guna mencegah segala kemungkinan yang belum terjadi. “Bencana bisa datang kapan saja dan kita bisa saling mengingatkan agar semua warga menjaga kesehatan dan keamanan di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Ketika meninjau lokasi banjir, Fatoni juga berupaya menghibur warga terdampak dengan pantun-pantunnya yang mengundang tawa. Menurutnya, hiburan ringan seperti ini diperlukan warga agar tidak panik, stres dan tetap semangat menghadapi musibah hingga bisa beraktivitas normal kembali. “Kedatangan kami ini juga sebagai wujud kecintaan kami pada warga,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pj Bupati Muba Apriyadi mewakili masyarakat Muba menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni kepada masyarakat. Apriyadi menyebut terdapat 9 dari 15 Kecamatan di Muba terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi hingga 2 meter lebih. “Jumlah yang terdampak banjir 20.262 rumah/KK dan sepekan ini lebih dari 500 KK tidak bisa beraktivitas. Untuk itu kami buka posko,” jelasnya.
Diwartakan sebelumnya, sejumlah daerah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan kini direndam banjir. Ada lima kabupaten/kota yang terdampak banjir di Sumsel, meliputi Kabupaten Muara Enim, Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih. (kbs/red)



