- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Asap akibat Kebakaran Landfill Selimuti Kerawang-Bekasi
# Dari Jalupang hingga Bantargebang
JAKARTA, SIMBUR – Kebakaran terjadi di dua tempat pembuangan sampah akhir (landfill) di Provinsi Jawa Barat. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang, di Kecamatan Kotabaru, Karawang dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, di Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Akibat kebakaran itu telah menyumbang kabut asap di kawasan tersebut.
TIm gabungan masih terus berupaya memadamkan api yang membakar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang, di Kecamatan Kotabaru, Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (29/10) malam. Kebakaran yang melanda tempat pembuangan sampah ini pertama kali diketahui pada Sabtu (28/10) pukul 11.00 WIB. Total luas lahan sampah yang terbakar tercatat mencapai 10 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Ferry mengatakan, sedikitnya empat desa yakni Wancimekar, Pangulah Utara, Pucung, dan Desa Pangulah Baru terdampak kabut asap akibat kebakaran.
“Di bawah permukaan api masih tetap menyala, sementara tim pemadam dan Satgas BPBD masih terus berupaya memadamkan api,” ucap Ferry saat dikonfirmasi.
Ferry menambahkan, saat ini tim BPBD juga telah mendirikan satu unit tenda serta mensuplai sejumlah logistik yang diperlukan para petugas pemadam kebakaran di lokasi. “Sejauh ini alat berat di lokasi ada dua unit bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup. Kendala petugas sendiri karena asap tebal dan minimnya alat berat serta mesin pompa apung untuk mensuplai air yang masih kurang,” terangnya.
Meski demikian, tidak hanya memadamkan api, Ferry mengatakan BPBD setempat juga telah mengantisipasi dampak kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran dengan membagikan masker kepada petugas di lapangan dan warga sekitar lokasi yang terdampak. “Kami laporkan juga BPBD sudah mendistribusikan masker di lokasi dan warga sekitar yang terdampak polusi asap,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih belum diketahui pasti. Namun demikian tim gabungan masih terus berupaya menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang melanda TPA terbesar di Karawang ini.
Sementara itu, kebakaran melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, di Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (29/10) sekira pukul 14.15 WIB.
Api pertama kali muncul di zona 2 TPST Bantargebang, tepatnya di depan lokasi Power House dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Tidak ada korban jiwa namun kebakaran ini menyebabkan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dan menyelimuti wilayah Bantargebang.
Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Karsono mengatakan, untuk memadamkan kebakaran tersebut tim gabungan mengerahkan unit mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki air.
“BPBD membantu mensuplai air pakai mobil tangki kami. Saat ini api sudah dapat dikendalikan namun demikian tim masih bersiaga,” ujar Karsono saat dihubungi, Minggu (29/10) malam.
Ia juga mengatakan, guna mengurangi dampak kabut asap yang meluas ke pemukiman, BPBD setempat juga membagikan masker kepada warga di sekitar lokasi. “Pukul 16.25 WIB tim tiba di lokasi membawa masker dan membantu suplai air untuk pemadaman,” tambah Karsono. (red)



