- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Dibekali Cairan Busa Anti-Api, 350 Tentara Asal Lampung Diperbantukan Atasi Karhutla Sumsel
KAYUAGUNG, SIMBUR – Sebanyak 350 personel dari Batalyon Infantri (Yonif) 143 Lampung diterjunkan untuk memperkuat penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan. Khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil mengatakan 350 personel ini nantinya akan dibekali cairan Nusantara 4 (busa anti-api) berbentuk foam dan gel. Selain itu, personel ini akan diletakkan pada titik-titik api.
“Tambahan personel ini semoga bisa membuat penanganan karhutla semakin cepat teratasi. Mereka akan bertugas selama 30 hari di lapangan,” ujar Pangdam saat upacara Apel Pengerahan Penambahan Pasukan dan Kesiapan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (11/10).
Selain penambahan personel, Yanuar juga akan memberikan dukungan lainnya dalam bentuk penambahan 3 pesawat. Armada tersebut akan digunakan untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang diharapkan besok sudah bisa dioperasikan
Sementara, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyebut dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperlukan keterlibatan semua elemen. “Penanganan karhutla perlu dilakukan bersama-sama, harus terkoordinasi, terkonsolidasi dan semua elemen ikut terlibat bersama-sama mengatasinya,” ujar Fatoni.
Fatoni juga meminta sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pun diperkuat untuk mempercepat penanganannya. Salah satunya dengan menambah personel yang terjun langsung ke lapangan.
Dia memberikan apresiasi pada jajaran Kodam II/Sriwijaya yang menyiapkan tambahan personel TNI sebanyak 350 orang untuk memperkuat dan mempercepat pengendalian Karhutla di Kabupaten OKI. Seluruh pasukan tersebut nantinya akan ditugaskan ke jalur darat untuk pemadaman api, sekaligus menyosialisasikan serta mengimbau masyarakat, termasuk perusahaan untuk tidak membakar saat membuka lahan.
“Dan yang lebih penting penugasan mereka untuk penjagaan di lokasi agar karhutla tidak makin meluas. Kehadiran 350 personel ini diharapkan dapat memperkuat dan mempercepat pengendalian karhutla,” kata Fatoni.(kbs/red)



