- Skandal Suap Fee Proyek Usai Pilkada 2024, Kejati Sumsel Tangkap Wakil Bupati Pali
- Sambut 443 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Palembang
- Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit, Bupati dan Wabup Mura Gelar Rakor
- PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
- Abpednas Raih 100 Ribu Anggota, Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Panen Padi saat Musim Kemarau, Harga Beras di Sumsel Ugal-ugalan
“Kita tetap berusaha menstabilkan harga, dengan cara saat ini, ada program pemerintah bantuan pangan. Untuk 10 kg per rumah tangga, harapannya untuk menekan harga,” tanggapnya kepada Simbur. “Kalau beli beras medium atau murah, kita beli beras dengan SPHP itu, di jual Rp 10 ribu 900. Masih ada juga gelar pasar murah, tidak hanya di kota Palembang saja, nanti juga digelar di wilayah kabupaten dan kota juga,” timbang Ruzuan.
Disinggung sampai kapan prediksi kenaikan harga beras, menurutnya pemerintah melalui Bulog dengan berbagai program selalu menggelontorkan bantuan beras melalui gudang masing – masing.
“Ini membantu menstabilkan harga, agar harga beras ini tidak terlalu melonjak tinggi. Sehingga menyesuaikan dengan kondisi. Memang sekarang musim paceklik, karena baru selesai panen,” terangnya kepada Simbur.
Secara ketersedian, beras untuk Sumsel ini cukup, sampai akhir tahun 2023 ini juga ada. “Di kita ini tidak ada gagal panen dan atau hama penyakit apalagi kebanjiran,” tukas Kadis Ketahanan Pangan Sumsel. (nrd)



