- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Satu Warga OKU Selatan Tewas Diseret Banjir
# Total 55 Rumah Terendam Banjir
PALEMBANG, SIMBUR – Banjir bandang akibat intensitas hujan deras melanda di tiga kecamatan, di Kabupaten OKU Selatan. Terjadi Rabu (5/7/23) sekitar pukul 06.25 WIB. Akibatnya sungai meluap, menyapu rumah dan satu keluarga. Satu orang pun meninggal dunia.
Ada pun banjir melanda di Desa Ulak Panda, Desa Lawang Agung, Kecamatan Kisam Tinggi. Lalu di Desa Wai Gugur, Kecamatan Muaradua Tangsi. Dan Desa Bayur, Kecamatan Muaradua Kisam. “Terdata 3 orang dan sebuah rumah hanyut, di Desa Bayur, Kecamatan Muara Dua Tangsi. Tiga orang lagi hanyut di Desa Lawang Agung, Kecamatan Kisam Tinggi. 1 orang ditemukan meninggal dunia, 2 orang hanyut belum ditemukan. Satu keluarga, pasutri Karno (60), Sarmi (50) dan putranya Toyib (30),” ungkap Ansori Humas BPBD Sumsel.
Selanjutnya, 2 rumah hanyut terbawa air deras di Desa Ulak Panda, Kecamatan Kisam Tinggi. Di Desa Simpang Pendagan sebanyak 15 rumah terendam banjir. Di Tangsi Bawah 24 rumah terendam. Untuk Desa Kisau 5 rumah terendam, Desa Gugur 11 Rumah Terendam. Serta Desa Madura Batu Beranak aliran sungai meluap menggenangi jalan raya.
“Jembatan gemuhak dan jembatan gantung di arah kebun kopi di Desa Lawang Agung Bayur hanyut. Total sementara 55 rumah terendam, 153 jiwa terdampak, dan 1 orang korban meninggal dunia,” ungkap Ansori kepada Simbur.
Pihak BPBD Kabupaten OKU Selatan, Kecamatan dan masyarakat setempat mendatangin lokasi dan berkoordinasi melakukan penanganan.
Terpisah, dihari yang sama, banjir disertai tanah longsor, akibat hujan deras. Terjadi Rabu (5/7/23) pukul 05.00 WIB, di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang. Desa Kota Jaya, Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Lahat. Dan di Kecamatan Mulak Sebingkai.
“Kebutuhan mendesak, untuk jalan longsor di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Harus segera diambil tindakan membuat tanggul penahan jalan menggunakan karung. Serta sawah terendam,” jelas Ansori.
Desa Kota Jaya, Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Lahat, rumah Tahfis Quran terendam. Di Kecamatan Mulak Sebingkai Aman air naik sebatas permukaan saja dan berangsur surut. (nrd)



