- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Mati Lampu hingga Pecah Gardu saat Hujan Ekstrem, Sediakan Sistem Penangkal Petir
PALEMBANG, SIMBUR – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada Kamis (20/10) malam menyebabkan gardu listrik di Kecamatan Sukarami tersambar petir. Akibatnya, listrik padam lebih dari tiga jam. Hal itu diungkap Manajer PLN Rayon Sukarami, Akbar Manadona.
Akbar menjelaskan, gardu listrik yang rusak harus dilepas. Karena itu, terjadi pemadaman listrik secara menyeluruh di kawasan tersebut. “Di THI ada gardu yang tersambar. Sementara dilepas gardu tersebut,” ungkap Akbar kepada Simbur.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis menjelaskan, pelayanan publik harus waspada terhadap potensi hujan dan cuaca ekstrem. Mengingat, benda bermaterial logam seperti gardu listrik sangat rentan tersambar petir.
“Petir itu menyambar tempat yang paling tinggi dari sekitarnya. Juga cenderung menyambar yang bermaterial logam,” jelas Dayan, sapaan Wandayantolis, Jumat (21/10)
Menyikapi fenomena itu, lanjut Dayan, pihaknya mengimbau agar sektor pelayanan publik dapat melengkapi sistem penangkal petir. Di samping, mewaspadai potensi ancaman bahaya banjir.
“Waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan bahaya yang muncul seperti banjir dan sambaran petir. Untuk fasilitas publik, baiknya dilengkapi sistem penangkal petir yang baik,” imbaunya.
Dayan menjelaskan, curah hujan di wilayah Sumatera Selatan pada dasarian II Oktober 2022 umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi yaitu 150 – 300 mm. Curah hujan tertinggi di Pos Hujan Indralaya Utara Kab. Ogan Ilir sebesar 235.5 mm.
“Pada musim hujan yang diprediksi atas normal ini, masyarakat diharapkan untuk selalu berhati-hati dengan adanya hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, serta selalu menjaga kebersihan sanitasi dan lingkungan sekitar,” tutupnya. (red)



