Setop Ronda karena Warga Keberatan Sumbangan, Mulai Sering Kemalingan

PALEMBANG, SIMBUR – Keamanan lingkungan merupakan salah satu kegiatan yang membuat masyarakat di lingkungan tersebut merasa nyaman dan aman. Endang Saputra, ketua Rukun Tetangga (RT) 21, Kelurahan Silaberanti, Plaju Palembang mengatakan, awalnya memiliki sistem jaga malam atau bisa juga di katakan ronda malam. Para warga sangat antusias dalam kegiatan tersebut, agar keamanan lingkungan dapat terjaga dengan baik.

“Di sini kami juga memiliki sebuah pos ronda yang letaknya di sebelah kiri Polrestabes Palembang. Setiap warga diwajibkan membayar sumbangan untuk kegiatan ronda malam ini, sebesar Rp5.000. Bagi yang memiliki mobil seikhlasnya. Termasuk bagi pemilik motor atau tidak memiliki kendaraan sekalipun.

“Ronda malam ini tidak berlangsung lama, karena para warga yang diwajibkan untuk membayar sumbangan. Tidak mau lagi membayar padahal uang tersebut kami gunakan sebagai upah para penjaga,” ungkap Endang.

Endang menjelaskan, tahun 2021 hingga 2022 ini keamanan lingkungan di sini sangat kondusif, tidak ada peristiwa ataupun kejadian yang tidak diinginkan. “Namun, dua bulan terakhir ini ada beberapa kejadian atau peristiwa kemalingan, seperti beberapa hari yang lalu telah terjadi hilangnya motor di sini. Banyak lagi hilang seperti kursi besi, besi pelindung aliran sungai kecil, dan besi seberat 100 kg dicuri beberapa minggu lalu,” jelasnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Silaberanti Aiptu Ibnu menambahkan, di kelurahan tersebut selalu melakukan kegiatan ronda malam, yang dilakukan oleh para warga setempat secara bergantian. “Kami juga memiliki poskamling yang digunakan untuk ronda malam. Pos tersebut merupakan gabungan dari RT 21 dan RT 22. Mulai tahun 2021 keamanan lingkungan di sini sangat kondusif. Namun, untuk dua bulan terakhir ini ada beberapa kali pencurian di beberapa indekos sekitar,” tandasnya.(wms10)