Sambut Berkah Lahan Gambut, Petani Tanamkan Ilmu dan Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

Masih kata Mardi, kalau dulu penjualannya tanpa label. Kalaupun ada labelnya merah jambu. Setelah ada penelitian pohon induk diwajibkan membuat benih dari pohon induk yang sudah ada SK Dirjen. “Dari 2013 kami mengambil bibit dari pohon induk yang sudah ditetapkan Dirjen. Sebelumnya kami mengambil bibit dari pohon induk saja. Sementara, selain kriteria pohon induk harus ada juga SK Dirjen yang ditetapkan oleh peneliti,” ungkapnya.

Karena penambahan terus hingga saat ini pohon induk pinang sudah 6.000 batang. Kalau kopi pohon induknya baru 775 batang. Luas lahannya 8-10 hektare dengan omzet sekitar Rp50 juta per bulan.

Peneliti kopi, kata Mardi, datangkan dari Jember. Awal tahun ini (2022) pohon induk kopi dinyatakan sudah tidak layak lagi karena sudah tua. “Akan kami lakukan penelitian lagi. Akan ada SK baru agar jangan sampai pohon induknya putus. Tahun ini kopi liberika tidak ada kegiatan. Tahun 2023 baru ada kegiatan. Kopi dibatasi 30 tahun yang dapat dijadikan pohon induk. Setelah umur 30 tahun dianggap sudah tidak produktif lagi,” tegasnya.

Dijelaskan pula, untuk ekspor kopi kebanyakan ke Singapura dan Malaysia. Kalau awal tahun lalu Presiden Jokowi meresmikan ekspor berapa kontainer pinang ke Pakistan. “Kalau pinang kami ekspor selain Singapura, Malaysia, Pakistan. Katanya sekarang yang lagi dirintis ekspor ke Eropa. Karena di Eropa kabarnya pinang dijadikan makanan ringan pengganti alkohol. Kalau biasa minum alkohol untuk menghangatkan badan bisa diganti makanan ringan yang terbuat dari pinang,” umbarnya.

Mardi mengungkap, harga pinang tertinggi terakhir Rp26 ribu per kilo. “Saat ini harga pinang murah. Pinang kering Rp7 ribu dan yang basah Rp11 ribu,” bebernya merincikan untuk biji pinang kering Rp18 ribu per kg dan biji pinang basah Rp12 ribu per kg.

Sesuai anjuran peneliti, kata dia, jarak tanam 3×3 berarti bisa punya 1.100 pohon untuk lahan seluas 1 hektare. “Pinang betara biasanya tidak meleset dari 1,2 kg per bulan per batang. Kalau lahan 1 hektare identik dengan 1 ton minimal,” ujarnya seraya menyebut, menurut peneliti, pinang baru bisa ditanam pada kontur tanah 400 mdpl.