- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Sambut Berkah Lahan Gambut, Petani Tanamkan Ilmu dan Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat
Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Tangkit Baru Andi Bahari Alam SE mengatakan, pemerintah desa mencoba menggabungkan mina wisata dan agrowisata. “Semenjak ada agrowisata, pemuda yang tidak ada pekerjaan mulai kami berdayakan,” ujarnya.
Di Tangkit Baru ada dua potensi. Perikanan dan perkebunan. Sebelum nanas, sektor perikanan yang lebih unggul. Tangkit Baru sekarang sudah dapat sertifikat desa wisata. “Sinerginya, habis makan ikan langsung makan nanas atau sebaliknya,” ujarnya.
Menurutnya, hasil olahan nanas dikelola UMKM. Ada 20 olahan nanas. Ada salai, dodol, keripik, minuman segar. Wujud kerja samanya, hasil UMKM disalurkan ke bumdes. “Harga lebih murah dari swalayan. Ada kerja sama UMKM dengan bumdes. UMKM tidak menjual jika ada yang beli di bawah harga bumdes,” sebutnya. (maz)



