Hujan Angin Tumbangkan Pohon, Tidak Terjadi Banjir

PALEMBANG, SIMBUR – Hujan deras disertai angin kencang terjadi pada Rabu (6/4) malam. Akibatnya, dua pohon tumbang di Jl Merdeka, Palembang, tepatnya di depan SPBU milik Alex Noerdin dan Puskesmas Merdeka. Meski hujan mengguyur semalaman, tidak terjadi banjir di Kota Palembang. Itu karena pintu air dan saluran drainase yang ada di kota ini dapat berfungsi dengan baik.

Informasi yang dihimpun, Wali Kota Palembang H Harnojoyo meninjau pohon timbang di Jalan Merdeka tadi malam. Wako menggunakan jas hujan warna kuning. Dia memantau proses evakuasi pohon yang menutup ruas jalan protokol.

“Terimakasih pada dinas terkait yang cepat tanggap atas musibah ini. Saya minta dinas terkait juga memerhatikan pohon pohon yang telah termakan usai,” ucap Wako.

Wako juga mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati, apalagi saat hujan disertai angin. “Jika hujan disertai angin, saya harap penggunaan jalan lebih berhati-hati. Bila perlu berhenti terlebih dahulu,” imbaunya.

Diketahui, hujan angin terjadi  sebelum azan Magrib sehingga menyebabkan dua pohon besar tumbang. Dikabarkan pula, satu kendaraan mobil taksi online ada yang tertimpa pohon. Pohon tumbang yang cukup besar mengakibatkan akses jalan di Jalan Merdeka tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Sementara itu, Kamis (7/4) pagi Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda meninjau kolam rentensi Simpang Polda. Wawako memberikan apresiasi atas kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Palembang terkait upaya menangani banjir saat hujan deras di kota ini. “Alhamdulilah berkat kerja keras pihak terkait semalam hujan, dipastikan pompa air berjalan,” kata Fitri.

Menurut Fitri dengan dinyalakannya pompa yang diarahkan ke kolam rentensi membuahkan hasil beberapa titik banjir cepat surut. “Kami ketahui ada 33 titik banjir yang menjadi perhatian pemerintah sekarang sudah berkurang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Fitri juga meminta kepada Balai Besar Jalan Nasional untuk memperlebar saluran aliran air yang ada di kolam retensi Simpang Polda. “Jadi saluran atau gorong-gorong di bawah (kolam retensi) ini besar. Saat kemarau kosong. Saat penghujan dapat menampung air lebih banyak,” pungkasnya.(kbs/red)