- TMMD Ke-128 di Wilayah Kodam II/Sriwijaya Resmi Dibuka
- Harap Sinergi Militer dan Akademisi Lahirkan Inovasi Strategis
- Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kelola Koperasi Merah Putih secara Profesional
- Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
Stok Minyak Goreng di Sumsel Masih Aman
PALEMBANG, SIMBUR – Persediaan minyak goreng kembali dicek Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto SIk didampingi Direktur Reserse Kriminal Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramdhani SIk, Rabu (23/3/22) pagi ke distributor, pasar dan pabriknya. Apalagi menjelang puasa bulan Ramadan 1443 Hijriah. Stoknya harus dipastikan.
Cek persedian minyak goreng itu diantaranya dengan mendatangi langsung, gudang distributor minyak goreng CV Mekar Abadi, di Jalan Padang Selasa, Kecamatan IB 1. Kios dan pedagang di Pasar KM 5, di Jalan H Kolonel H Barlian, Palembang. Kemudian ke distributor minyak goreng curah juga di CV Mekar Jaya dan Pat Indokarya Internusa Musim Mas Group.
“Menjelang bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, kami jamin stok minyak goreng di Palembang dan Sumsel aman sampai bulan Ramadan. Setelah dipastikan dengan mengecek langsung salah satu produsen minyak goreng di Palembang,” cetus Toni.
Kemasan minyak goreng ini ada kemasan sederhana, kemasan premium dan minyak curah di Palembang. “Ketersediaan dengan stock perhari minyak goreng kemasan sederhana, premium dan curah. Salah saru produsennya PT Indokarya Internusa, perhari menghasilkan 60 ribu liter atau 60 ton kemasan premium dan 5.500 ton minyak goreng curah,” jelasnya kepada Simbur.
Produksi perharinya itu bisa memenuhi kebutuhan Provinsi Sumsel yang diperkirakan 102, 35 ton setiap harinya. “Khusus untuk Sumsel, kebutuhan minyak goreng selama minggu ke-2 dan minggu ke-3 di bulan Maret 2022 sekitar 716,502 ton atau 716.502 liter. Stok yang tersedia sendiri sebanyak 59.925,892 ton atau 59.925.892 liter. Jumlah stok yang ada menunjukkan bahwa Provinsi Sumsel mengalami ‘surplus’ dalam ketersediaan minyak goreng,” tegas Kapolda Sumsel.
“Jadi warga Sumsel jangan khawatir, Ramadan ini stok minyak goreng aman. Sidak ini sebagai solusi kelangkaan minyak goreng, dicek mulai dari distributor pabriknya sampai penyaluran ke agen – agen hingga sampai pembeli,” tukas Jenderal bintang dua ini.
Pantauan Simbur, diketahui kemasan premium merek Tropikal, sebagai minyak goreng paling mahal, dengan kemasan 2 kilo ada yang harganya Rp 47 ribu dan 48 ribu. “Sekarang perliter atau perkilonya normal harga Rp 24 ribu, kemasan plastik untuk perkilonya. Kalau sekarang stock minyak goreng kosong,” ungkap beberapa pegawai Indomaret dikawasan Jalan A Rivai, Palembang.
Sedangkan Azrianti (52) selaku IRT tinggal di Sekojo, Kecamatan Sematang Borang, mengatakan kepada Simbur, sekitar 2 minggu sebelumnya harga sekilo minyak Rp 14 ribu, dengan merek Bimoli di Indogrosir, tapi belinya dibatasi, cuma beli 2 kemasan semuanya 4 liter 4 kilogram. “Sekarang sudah naik, seliter minyak kemasan Rp 25 ribu, jadi susah. Masak Ikan nak digoreng, bikin sambal tumis nak digoreng, apolagi jelang bulan puaso, baik ayam atau telor, nak digoreng” kata ibu tiga anak ini.
Sebelumnya Selasa (22/3/22) sore, Daeng salah satu pedagang manisan di Gandus juga mengaku tidak lagi menjual minyak goreng. “Kosong minyak goreng, tidak ada lagi kemasan kecil kemarin itu seharga Rp 4 ribu, atau kemasan seperapat harga Rp 12 ribu, tidak ada lagi. Naik yang sekilo itu jadi Rp 24 ribu, tidak tahu sampai naik begini,” gerutunya kepada Simbur.
Termasuk minyak goreng juga kosong saat dicek di Indomaret di Simpang Seroja, kawasan Kamboja Palembang. “Kosong minyak goreng dari kemarin, besok juga. Seliternya Rp 25 ribu,” ujar karyawan disana.
Senada pedagang manisana dikawasan Bukit juga demikian, saat ini satu liter minyak merek Fortune Rp 25 ribu. “Kemasan fortune yang kecil Rp 4 ribu dan kemasan seperempat Rp 12 ribu kosong. Adanya yang seliter merek fortune harganya Rp 25 ribu,” ungkapnya kepada Simbur. (nrd)



