- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Prediksi Puncak Kemarau Juli-September 2022, Suhu Udara di Sumsel Lebih Panas saat Bulan Puasa
Dayan menambahkan, sifat musim kemarau di Sumsel tahun ini, 57 persen bersifat normal dan 43 persen lainnya dengan sifat atas normal. “Puncak musim kemarau sendiri didominasi pada Juli sebanyak 57 persen. Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan September dan 14 persen lainnya akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan Juni,” tegasnya.
Masih kata dia, awal musim dan sifat musim kemarau yang bormal baik bagi tanaman pangan. Meski demikian, perlu diperhatikan potensi hama tanaman yang dapat muncul atau merebak. “Potensi karhutla tetap perlu diwaspadai walaupun kondisi El Nino kecil terjadi,” tandasnya.
Sementara itu, prakiraan musim kemarau 2022 untuk wilayah Sumsel disusun berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer terkini dan potensinya hingga beberapa periode ke depan. Prakiraan musim ini dibuat dengan mengandalkan pemodelan iklim dinamis dan statistik dengan memerhatikan Normal Iklim terbaru.(maz)



