- Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
Prediksi Puncak Kemarau Juli-September 2022, Suhu Udara di Sumsel Lebih Panas saat Bulan Puasa
Dayan menambahkan, sifat musim kemarau di Sumsel tahun ini, 57 persen bersifat normal dan 43 persen lainnya dengan sifat atas normal. “Puncak musim kemarau sendiri didominasi pada Juli sebanyak 57 persen. Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan September dan 14 persen lainnya akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan Juni,” tegasnya.
Masih kata dia, awal musim dan sifat musim kemarau yang bormal baik bagi tanaman pangan. Meski demikian, perlu diperhatikan potensi hama tanaman yang dapat muncul atau merebak. “Potensi karhutla tetap perlu diwaspadai walaupun kondisi El Nino kecil terjadi,” tandasnya.
Sementara itu, prakiraan musim kemarau 2022 untuk wilayah Sumsel disusun berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer terkini dan potensinya hingga beberapa periode ke depan. Prakiraan musim ini dibuat dengan mengandalkan pemodelan iklim dinamis dan statistik dengan memerhatikan Normal Iklim terbaru.(maz)



