- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Tiga Wartawan Dikeroyok, Harap Polisi Tangkap Aparat Desa
KARAWANG, SIMBUR – Kasus pemukulan yang dilakukan oknum aparat desa kembali terjadi. Kali ini korbannya tiga wartawan. Meski sudah membuat laporan, hingga kini para pelaku pengeroyokan masih berkeliaran.
“Kami berharap para pelaku pengeroyokan tiga wartawan yang dilakukan oleh oknum aparat Desa Waluya segera ditangkap. Kapolres Karawang harus bergerak cepat jangan lambat seperti ini,”kata Nurdin Peles Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Karawang, Jumat (18/3).
Menurut Nurdin Peles, para pelaku kasus pengeroyokan terhadap tiga wartawan online di Karawang hingga hampir dua pekan belum juga ada yang tertangkap. Padahal, kata Nurdin Peles, salah satu istri dari pelaku pengeroyokan sudah buka mulut bahwa terkait dalang dari pengeroyokan tersebut. Dia berharap Kapolres menangkap para pelakunya.
Lanjut Nurdin, kalaupun para pelaku kabur pastinya tidak akan jauh, karena para pelaku adalah oknum aparat desa. “Sampai hari ini belum juga tertangkap ada apa ya? Masa belum menemukan para pelakunya,”tanya Nurdin Peles.
Menurut dia, aksi kekerasan terhadap wartawan tidak boleh dibiarkan. Polisi harus bertindak cepat menangkap pelaku dan otak intelektual pengeroyokan terhadap tiga wartawan tersebut.(red/smsi)



